Skenario Nasib Iran di Piala Dunia 2026: Akankah Bermain atau Tidak?
Minggu, 8 Maret 2026 | 17:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Iran dijadwalkan tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dalam waktu sedikit lebih dari 100 hari. Ketiga pertandingan fase grup mereka rencananya berlangsung di Amerika Serikat. Diketahui Piala Dunia 2026 dijadwalkan dimulai pada 11 Juni, ketika Meksiko menghadapi Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.
Namun, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi militer besar bersama antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, muncul ketidakpastian mengenai partisipasi negara tersebut.
Konflik tersebut telah menyebabkan pemimpin lama Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara di Teheran. Selain itu, Iran juga melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan Israel, pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, serta sejumlah negara Teluk.
Situasi ini menimbulkan banyak pertanyaan yang hingga kini belum terjawab terkait penyelenggaraan Piala Dunia. Berikut beberapa skenario dan analisa CNN, Minggu (8/3/2026) terkait kondisi miris timnas Iran tersebut yang perlu disimak.

Apakah Iran Masih Akan Bermain di Piala Dunia?
Sejatinya, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di Grup G Piala Dunia 2026. Iran sebelumnya telah tampil di enam edisi Piala Dunia, termasuk tiga turnamen terakhir di Brasil, Rusia, dan Qatar.
Mereka juga sudah memastikan lolos ke turnamen musim panas mendatang. Dalam jadwal saat ini, Iran akan bermain di Grup G dengan dua pertandingan di Stadion SoFi, Inglewood, California, melawan Selandia Baru dan Belgia, sebelum menjalani laga terakhir fase grup melawan Mesir di Lumen Field, Seattle.
Apakah mereka akan benar-benar bermain di Piala Dunia? Masih terlalu dini untuk memastikan. Konflik aktif antara Amerika Serikat dan Iran baru berlangsung beberapa hari, dan berbagai kemungkinan masih dapat terjadi. Presiden Federasi Sepak Bola Iran bahkan mengakui bahwa ia “tidak tahu” apakah timnya akan tampil.
“Yang pasti adalah setelah serangan ini, kami tidak bisa diharapkan menatap Piala Dunia dengan penuh harapan,” kata Presiden Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, kepada portal olahraga Varzesh3.
Ada beberapa skenario yang bisa menghalangi partisipasi Iran. Mereka bisa saja melakukan boikot politik, mundur karena alasan keselamatan tim, atau bahkan dicegah untuk berkompetisi oleh pemerintah Amerika Serikat. Masih ada kemungkinan Iran berhadapan dengan tim nasional pria Amerika Serikat di Arlington, Texas, jika kedua tim sama-sama finis sebagai runner-up di grup masing-masing. Pada Piala Dunia terakhir di Qatar, tim Amerika Serikat mengalahkan Iran 1-0.
Warga negara Iran saat ini dilarang memasuki Amerika Serikat berdasarkan kebijakan larangan perjalanan yang diperkenalkan pemerintahan Trump pada Juni 2025 lalu. Namun, aturan tersebut memberikan pengecualian bagi “atlet atau anggota tim olahraga, termasuk pelatih, staf pendukung penting, serta anggota keluarga dekat yang bepergian untuk Piala Dunia, Olimpiade, atau ajang olahraga besar lainnya.”
Perlu dicatat bahwa Iran masih tetap berpartisipasi dalam sepak bola internasional. Tim nasional wanita Iran saat ini berlaga di Piala Asia Wanita 2026 di Australia dan kalah 0-3 dari Korea Selatan dalam pertandingan pembuka fase grup. Pelatih kepala tim tersebut, Marziyeh Jafari, tidak memberikan komentar dalam konferensi pers sebelum pertandingan ketika ditanya mengenai konflik yang sedang berlangsung.
Apa yang Terjadi Jika Iran Tidak Bermain di Piala Dunia?
Iran telah berpartisipasi dalam enam Piala Dunia, termasuk tiga edisi terakhir. Jika Iran tidak ikut serta dalam Piala Dunia musim panas mendatang, ada beberapa skenario yang dapat diambil FIFA sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan badan sepak bola dunia tersebut, meskipun aturan yang ada tidak terlalu rinci.
Regulasi Piala Dunia 2026 yang dirilis tahun lalu memungkinkan FIFA melakukan perubahan pada format kompetisi. Misalnya, Grup G bisa saja diubah menjadi grup berisi tiga tim. Namun langkah ini akan mengurangi jumlah pertandingan dan berpotensi mengganggu kesepakatan hak siar televisi yang sudah ada.
Skenario yang lebih mungkin adalah mengganti Iran dengan tim lain. Namun, menentukan pengganti Iran tidaklah mudah.
Proses kualifikasi Piala Dunia untuk tim Asia cukup kompleks dan pada akhirnya dibagi ke dalam tiga grup. Iran keluar sebagai juara Grup A dan otomatis lolos ke Piala Dunia. Format grup berikutnya kemudian meloloskan Arab Saudi dan Qatar, sementara Uni Emirat Arab dan Irak harus menjalani babak playoff.
Irak memenangkan play-off tersebut dalam dua leg pada November 2025, sehingga mereka berhak tampil di play-off antarkonfederasi FIFA, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Bolivia dan Suriname pada akhir Maret ini.
Jika Irak berhasil lolos, maka Uni Emirat Arab berpotensi menjadi tim Asia berikutnya yang menggantikan posisi Iran. Meski demikian, FIFA juga bisa mengambil langkah yang tidak biasa dengan memilih tim dari luar Asia, misalnya salah satu tim yang kalah di babak play-off antarkonfederasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Susunan Pemain Mallorca vs Madrid, Duo Mbappe-Brahim Diaz Jadi Tumpuan




