Profil Hendrar Prihadi yang Jadi Kandidat Kuat Pendamping Anies, Ternyata Pernah Menang Lawan Kotak Kosong
Kamis, 22 Agustus 2024 | 11:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuka wacana mengusulkan kader partainya, Hendrar Prihadi, sebagai calon wakil gubernur (cawagub) pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Hendrar diduga kuat akan mendampingi Anies Baswedan dalam kontestasi tersebut.
Siapa dan bagaimana kiprah Hendrar Prihadi? Berikut profilnya:
Latar belakang
Hendrar Prihadi lahir di Semarang, 30 Maret 1971. Pria yang akrab disapa dengan sapaan Mas Hendi menempuh pendidikannya S1 di Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata pada 1992-1997. Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Diponegoro pada 1999-2002, lalu enam tahun kemudian ia melanjutkan studi S3 di almamater yang sama pada 2018-2021.
Karier
Hendrar pernah menjabat sebagai kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang menjabat sejak tanggal 10 Oktober 2022.
Sebelumnya, pada pemilihan wali kota dan calon wali kota (Pilwakot) Semarang 2010, ia terpilih bersama Soemarmo H.S. sebagai wali kota dan wakil wali kota Semarang untuk periode 2010-2015.
Pasangan Soemarmo-Hendrar Prihadi yang saat itu diusung oleh PDIP-PKB berhasil menang dengan capaian suara sebanyak 166.173. Setelah dua tahun menjabat, Soemarmo dinonaktifkan pada 2012 karena terlibat kasus suap kepada anggota DPR Kota Semarang tahun anggaran 2012.
Dengan demikian Hendrar Prihadi diangkat sebagai pelaksana tugas (plt) wali kota Semarang pada 2012 dan dilantik sebagai wali kota Semarang definitif untuk periode 2013-2015. Usai tiga tahun menjabat, Hendrar kembali mencalonkan diri dengan menggandeng Hevearita Gunaryanti Rahayu, seorang politisi PDIP dan direktur utama PT Sarana Patra Hulu Cepu kala itu.
Baca Juga: PDIP Pertimbangkan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024, Asal Mau Jadi Kader
Pernah menang lawan kotak kosong
Pasangan Hendrar-Hevearita memenangkan Pilwakot Semarang 2015 sehingga kepemimpinannya berlanjut. Lalu untuk periode kedua, Hendrar kembali memenangkan posisi wali kota Semarang pada tahun 2020 dengan kemenangan sebagai calon tunggal melawan kotak kosong.
Dengan didukung oleh seluruh partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang saat itu, ia berhasil memenangkan sebanyak 716.693 suara (91,4%), sementara kotak kosong memperoleh 67.407 suara (8,6%).
Partai-partai yang mengusungnya pada periode kedua masa jabatan Hendrar antara lain Golkar, PDIP, PAN, Nasdem, PSI, PKB, Gerindra, Demokrat, dan PKS. Selain itu, ada juga dukungan dari PKPI, PBB, PPP, Hanura, dan Berkarya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




