ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jurus Tanggulangi Banjir Jakarta, Pramono Bakal Bangun 13 Rumah Pompa

Senin, 26 Mei 2025 | 12:28 WIB
MH
R
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: RZL
Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Beritasatu.com/Mita Amalia Hapsari)

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan membangun 13 rumah pompa di sejumlah titik rawan sebagai langkah strategis dalam menanggulangi banjir lokal di wilayah Jakarta.

"Akan ada kurang lebih 13 titik lagi yang akan kita tangani seperti ini untuk bisa menyelesaikan hampir sebagian besar banjir lokal yang ada di Jakarta," ujar Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat meresmikan Rumah Pompa Sunter C, Senin (26/5/2025).

Ia menjelaskan, pembangunan rumah pompa tersebut difokuskan untuk mengatasi genangan lokal akibat hujan dengan intensitas tinggi, khususnya di atas 200 milimeter.

ADVERTISEMENT

"Ini akan menangani banjir yang bersifat lokal atau spot. Jadi 13 titik tadi adalah area-area yang selalu tergenang jika curah hujan tinggi," tambahnya.

Namun, Pramono menekankan pembangunan rumah pompa tersebut masih bergantung pada persetujuan anggaran dari DPRD Jakarta.

Adapun ke-13 lokasi pembangunan rumah pompa itu mencakup Sunter C, Bulak Cabe (hilir Kali Cakung Lama), Cilincing KBN, Warung Jengkol, Kampung Sawah Rawa Terate, Kayu Putih Rawa Terate, Ancol, IKIP, Cempaka Putih, Cempaka Putih Barat, Cengkareng, Manggaraya, Green Ville, dan Daan Mogot. Rumah Pompa Sunter C sendiri dibangun dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar.

Selain rumah pompa, Pemprov Jakarta juga telah mengoperasikan 520 unit pompa di 200 titik rawan banjir.

"Artinya, mengapa saat banjir terjadi bersamaan di Tangerang, Jakarta, dan Bekasi, wilayah Jakarta bisa tertangani kurang dari setengah hari—itu karena sistem pompa kita sudah berjalan," terang Pramono.

Selain teknologi pompa, Pemprov juga terus menggenjot program normalisasi Sungai Ciliwung yang disebut menyumbang 40 persen dari total banjir di Jakarta.

"Salah satu yang paling utama dalam penanganan banjir Jakarta adalah normalisasi Sungai Ciliwung. Dari 14 penetapan lokasi (penlok), tiga sudah saya tanda tangani. Ini artinya kita akan memulai penanganan skala besar," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pramono: Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara!

Pramono: Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara!

JAKARTA
Pramono Minta Jaringan Judi Online di Hayam Wuruk Ditindak Tegas

Pramono Minta Jaringan Judi Online di Hayam Wuruk Ditindak Tegas

JAKARTA
Pramono Kaji Ulang Jam CFD Rasuna Said

Pramono Kaji Ulang Jam CFD Rasuna Said

JAKARTA
Pramono Anung Yakin Sampah Kramat Jati Bisa Teratasi

Pramono Anung Yakin Sampah Kramat Jati Bisa Teratasi

JAKARTA
Jakarta Siapkan Fasilitas Pilah Sampah Rumah Tangga

Jakarta Siapkan Fasilitas Pilah Sampah Rumah Tangga

JAKARTA
Zulhas Sebut Program Pilah Sampah Jakarta Bisa Ditiru Nasional

Zulhas Sebut Program Pilah Sampah Jakarta Bisa Ditiru Nasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon