ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pramono Anung Yakin Sampah Kramat Jati Bisa Teratasi

Senin, 11 Mei 2026 | 10:33 WIB
SY
S
Penulis: Steveman Ganda Yanto | Editor: JTO
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyatakan kesiapan untuk mendukung penanganan sekitar 130 titik pelintasan sebidang rel kereta api di wilayahnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyatakan kesiapan untuk mendukung penanganan sekitar 130 titik pelintasan sebidang rel kereta api di wilayahnya. (Beritasatu.com/Reza Hery Pamungkas)

Jakarta, Beritasatu.com - Persoalan sampah di kawasan Pasar Jaya Kramat Jati dapat diatasi melalui program pemilahan sampah yang kini mulai diterapkan secara bertahap di lingkungan pasar tradisional Jakarta.

Demikian disampaikan Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau pengelolaan sampah di Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut program pemilahan sampah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk mempercepat penanganan sampah.

Dalam kunjungannya, Pramono didampingi wali kota Jakarta Timur serta jajaran pengelola Pasar Jaya. Ia juga menerima penjelasan terkait pengelolaan sampah dari pihak ketiga yang bekerja sama dalam pengolahan limbah pasar.

ADVERTISEMENT

Pramono mengatakan Pasar Jaya Kramat Jati menghasilkan sekitar lima ton sampah setiap hari. Sementara itu, seluruh pasar tradisional di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya yang berjumlah 153 pasar menghasilkan sekitar 500 ton sampah per hari yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari lima ton. Nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, serta dengan Pupuk Indonesia,” ujar Pramono.

Menurut dia, program pengelolaan sampah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar-pasar tradisional menuju Bantargebang.

“Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka akan sangat bermanfaat untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,” katanya.

Pramono berharap kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penanganan sampah dapat memperkuat pengelolaan limbah, terutama sampah organik dan anorganik.

Sampah yang diolah nantinya diharapkan dapat menghasilkan produk yang bermanfaat, termasuk untuk kebutuhan pertamanan dan sektor lainnya.

Melalui program pemilahan dan pengelolaan sampah tersebut, Pemprov Jakarta menargetkan pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pramono: Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara!

Pramono: Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara!

JAKARTA
Pramono Minta Jaringan Judi Online di Hayam Wuruk Ditindak Tegas

Pramono Minta Jaringan Judi Online di Hayam Wuruk Ditindak Tegas

JAKARTA
Pramono Kaji Ulang Jam CFD Rasuna Said

Pramono Kaji Ulang Jam CFD Rasuna Said

JAKARTA
Jakarta Siapkan Fasilitas Pilah Sampah Rumah Tangga

Jakarta Siapkan Fasilitas Pilah Sampah Rumah Tangga

JAKARTA
Zulhas Sebut Program Pilah Sampah Jakarta Bisa Ditiru Nasional

Zulhas Sebut Program Pilah Sampah Jakarta Bisa Ditiru Nasional

JAKARTA
Pramono Yakin Program Pilah Sampah Bisa Kurangi Beban Bantargebang

Pramono Yakin Program Pilah Sampah Bisa Kurangi Beban Bantargebang

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon