Harga SUN Diprediksi Stabil di Pekan Terakhir 2022
Minggu, 25 Desember 2022 | 20:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan stabil dengan penguatan yang tidak terlalu signifikan pada perdagangan di pekan terakhir 2022.
Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, imbal hasil atau yield 10 tahun SUN diperkirakan masih di bawah 7%, yakni bergerak antara 6,8-6,9% hingga tutup tahun.
"Yield kemungkinan stabil ya, penurunan tidak signifikan, dengan likuiditas di pasar sekunder lebih tinggi, Desember kemungkinan karena banyak manajer investasi sudah tutup buku jadi mungkin di sekitar 6,9%," ujar Fikri kepada Investor Daily, Minggu (25/12/2022).
Fikri juga memproyeksikan aliran dana dari investor asing atau net inflow yang terjadi beberapa pekan terakhir di pasar surat berharga negara (SBN), akan berlanjut pekan ini.
Namun, net buy diperkirakan tidak sebesar pekan sebelumnya karena kebiasaan investor yang mengurangi jumlah transaksi SUN di akhir Desember akibat musim liburan dan alasan lainnya.
"Penguatan (net inflow) beberapa waktu terakhir mungkin yang bisa jadi perhatian adalah burden sharing yang berlanjut oleh Bank Indonesia. Saya pikir ini yang mendorong optimisme dari asing bahwa stabilitas akan lebih didorong oleh bank sentral juga," sambungnya.
Meneropong lebih jauh ke tahun depan, Fikri mengaku optimistis, aliran dana dari investor asing masih mengisi pasar SBN Indonesia namun dengan pola waktu yang berbeda dengan tahun ini.
Pada 2023, net inflow di pasar SBN diperkirakan akan terjadi sedikit di awal tahun, lalu terjadi net sell sampai menuju semester II-2023, baru kembali net buy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




