ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Apindo Ragukan Implementasi Permenakertrans Mengenai Kenaikan UMP

Kamis, 17 Oktober 2013 | 17:05 WIB
RS
B
Penulis: Ridho Syukro | Editor: B1
Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan aksi di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Senin (16/9). SP/Joanito De Saojoao
Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan aksi di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Senin (16/9). SP/Joanito De Saojoao (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meragukan implementasi Peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) tentang kenaikan UMP di seluruh provinsi pada 1 November 2013 akan berjalan lancar.

Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah masih banyak dewan pengupahan daerah yang belum menyelesaikan survei Komponen Hidup Layak (KHL) dan harga pasar. Sofjan memperkirakan pemberlakuan Permenakertrans ini akan molor hingga minggu kedua November.

"Saya perkirakan implementasi Permenakertrans ini tertunda karena dewan pengupahan daerah belum menyelesaikan survei KHL dan harga pasar," ujar dia saat ditemui dalam acara "Investment and Trade Forum 2013" di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (17/10).

Dia mengatakan pengusaha menginginkan penetapan besaran UMP tetap berdasarkan inflasi dan produktivitas. Menurutnya inflasi merupakan komponen utama yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan besaran kenaikan UMP.

ADVERTISEMENT

Sofjan menjelaskan selain inflasi, produktivitas juga harus dijadikan indikator dalam menentukan besaran UMP. Menurutnya produktivitas adalah hal utama yang dilihat pengusaha, jika produktivitas buruh tinggi maka pengusaha akan menaikan UMP, namun jika produktivitas buruh rendah pengusaha tidak berani menaikan UMP.

"Inflasi dan produktivitas adalah indikator utama yang harus dilihat dalam menentukan besaran UMP," ungkap dia.

Sofjan mengatakan untuk besaran UMP DKI Jakarta, besarannya tidak jauh berbeda dengan hasil survei 6 bulan yang lalu yaitu sekitar Rp 2,2 juta.

Lihat Juga Video Tuntutan Buruh Bagi Menko Perekonomian dan Ketua Apindo

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

EKONOMI
Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

EKONOMI
Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

EKONOMI
Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

EKONOMI
Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

EKONOMI
Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon