Pidato Akhir Tahun Gubernur BI
BI Fasilitasi Program Pendalaman Pasar Uang
Kamis, 14 November 2013 | 21:38 WIB
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menegaskan upaya memperkuat pengembangan pasar uang rupiah maupun valuta asing (valas) dalam rangka kelanjutan program pendalaman pasar keuangan (financial market deepening).
Langkah itu dilakukan untuk meredam kejutan (shock) akibat guncangan di pasar valas dalam negeri.
Dalam Sambutan Akhir Tahun Gubernur BI dan Pertemuan Tahunan Perbankan yang sering disebut Bankers’ Dinner, Gubernur BI Agus Martowardojo memaparkan, stance kebijakan moneter BI ditempuh sebagai upaya menurunkan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) ke arah yang sustainable. Stabilitas sistem keuangan juga dijaga agar tetap kuat.
Menurut Agus, kebijakan nilai tukar digunakan untuk mengarahkan rupiah agar bergerak sesuai dengan nilai fundamentalnya. Dengan begitu, nilai tukar dapat berperan menjadi instrumen peredam gejolak (shock absorber) perekonomian, bukan sebaliknya sebagai pemicu gejolak (shock amplifier).
"Ini perlu didukung penguatan struktur pasar valas yang dalam dan likuid, sehingga mendukung proses pembentukan kurs yang lebih efisien," papar Agus dalam pidatonya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (14/11) malam.
Agus menjelaskan, beberapa strategi operasi moneter dilakukan untuk pasar uang rupiah dan valas. Untuk pengelolaan likuiditas rupiah, operasi moneter BI akan melanjutkan penyerapan ekses likuiditas struktural secara terarah dan terukur. Caranya, yaitu dengan perpanjangan tenor penyerapan operasi pasar terbuka (OPT) dengan penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tenor 1 tahun atau lebih, serta penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN).
Pengembangan pasar uang rupiah maupun valas juga telah dimulai dengan inisiatif ‘mini’ berupa Master Repo Agreement untuk beberapa pilot banks (bank besar). Tahapan selanjutnya yang lebih luas yaitu General Master Repo Agreement. Agus menambahkan, BI juga akan menempuh beberapa pengaturan pasar uang dan berbagai instrumen pendanaan (funding) pengelolaan likuiditas lembaga keuangan.
"Misalnya penyempurnaan ketentuan surat berharga komersial (commercial paper) dan transaksi repo antar bank berdasarkan prinsip syariah. Kami juga akan mengharmonisasi kebijakan, serta meningkatkan sosialisasi
dan edukasi kepada pelaku pasar," tutur Agus.
Kebijakan lainnya untuk peningkatan ketahanan eksternal yaitu penguatan second line of defense melalui kerja sama keuangan dengan bank sentral dan otoritas keuangan di kawasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




