Pemerintah Ajak 4 Penambang Besar Bangun Smelter Nasional
Rabu, 18 Februari 2015 | 07:17 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana membentuk pengembangan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) tembaga nasional. Upaya itu akan melibatkan pemegang kontrak karya (KK) dan izin usaha pertambangan (IUP).
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R. Sukhyar mengatakan pengembangan smelter nasional dengan mempertimbangkan pasokan konsentrat tembaga dari pelaku usaha.
"Kami minta mereka untuk duduk bersama merundingkan dan memutuskan, lokasi smelter yang ada. Kami bicara pengembangan smelter tembaga nasional. Kami tidak bicara pembangunan smelter per individu tapi bersama-sama," kata Sukhyar di Jakarta, Rabu (18/02).
Sukhyar menuturkan rencana tersebut telah dibahas bersama 4 pemegang KK yakni PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, PT Gorontalo Mining dan PT Kalimantan Surya Kencana. Pembicaraan dengan 68 pemegang IUP tembaga akan diagendakan kembali.
"Kami memetakan dulu produksi konsentrat tembaga hingga 2025 bahkan 2041," ujarnya.
Dikatakannya pembahasan smelter nasional itu merupakan tindaklanjut dari kunjungan Menteri ESDM ke Papua. Dia bilang pembangunan smelter tembaga di Papua merubah konstelasi pengembangan smelter. "Apa iya smelter dibangun tapi tidak ada pasokan. Maka dari itu kami perhitungkan dari sekarang," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




