ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tambahan Likuiditas BI Bisa Naikan Kredit Perbankan, Ini Syaratnya

Selasa, 6 Agustus 2024 | 08:15 WIB
V
WP
Penulis: Vinnilya | Editor: WBP
Ilustrasi dolar AS.
Ilustrasi dolar AS. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menyebut tambahan likuiditas Bank Indonesia (BI) dapat menambah kredit perbankan khususnya ke sektor produktif, asalkan situasi ekonomi Indonesia di sisa tahun ini kondusif.

“Idealnya iya, tetapi setiap bank harus berhitung bagaimana outlook atau kondisi ekonomi kita di sisa semester kedua ini. Sekiranya promising atau prospektif tentu ruang untuk ekspansi masih terbuka,” tutur Ryan Kiryanto dalam “Investor Market Today” di IDTV, Senin (5/8/2024).

Menurut Ryan, capaian kredit perbankan pada kuartal II 2024 tumbuh 12,36% secara year on year (yoy). Hal ini bekal bagi perekonomian domestik untuk mengakselerasi pinjaman. Terlebih, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang masih mencatatkan pertumbuhan di level 5,05% secara yoy pada kuartal II 2024.

ADVERTISEMENT

“Artinya ini menjadi modal bagi kita masuk ke kuartal tiga dan empat sehingga full year nanti kurang lebih pertumbuhan ekonomi kita ada di batas bawah 5% dan batas atas bisa 5,2%,” beber dia.

Dengan outlook seperti ini, lanjut Ryan, memberikan dorongan kepada pelaku perbankan untuk tidak mengendurkan ekspansi kreditnya. Terlebih, kehadiran BI melalui kebijakan makroprudensial turut menjadi meyakinkan para bankir supaya terus berekspansi.

“Bank melakukan ekspansi ada di koridornya BI, kalau bahasa kerennya itu yang dikerjakan BI adalah semacam pemberian quantitatif easing sehingga likuiditas perbankan kita tetap memadai,” tandasnya.

Sebelumnya, BI  memberikan tambahan likuiditas kepada perbankan sebesar Rp 255,8 triliun per Juni 2024. Bahkan, BI menargetkan penambahan dana ini mencapai Rp 280 triliun hingga akhir tahun. Adapun jika diperinci, insentif ini sudah disalurkan pada bank BUMN senilai Rp 118,4 triliun, bank swasta nasional Rp 108,9 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp 9 triliun dan bank asing Rp 3,5 triliun. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon