Presiden Prabowo Mendarat di Brasil untuk Hadiri KTT BRICS
Sabtu, 5 Juli 2025 | 18:32 WIB
Rio de Janeiro, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Brasil, pada Sabtu (5/7/2025) pagi waktu setempat, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS dan menjalani sejumlah agenda bilateral penting.
Prabowo mendarat sekitar pukul 06.30 waktu setempat, menandai keikutsertaan resmi pertamanya dalam forum BRICS sejak Indonesia menjadi anggota penuh pada 6 Januari 2025. Kehadiran ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai bagian dari aliansi negara berkembang yang berpengaruh di panggung global.
Setibanya di Rio de Janeiro, Prabowo disambut hangat oleh perwakilan Pemerintah Brasil, termasuk Duta Besar Laudemar Gonçalves de Aguiar Neto, Sekretaris Promosi Perdagangan, Sains, Teknologi, Inovasi, dan Budaya Kementerian Luar Negeri Brasil, serta delegasi dari Angkatan Udara Brasil.
Dalam prosesi penyambutan kenegaraan, Prabowo, yang mengenakan pakaian safari berwarna cokelat, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang lebih dahulu turun dari pesawat. Pasukan kehormatan militer menyambut kedatangan Presiden dengan tiupan terompet dan penghormatan resmi.
Dari pihak Indonesia, turut hadir Duta Besar RI untuk Brasil Edi Yusup dan Atase Pertahanan KBRI Brasilia untuk menyambut kedatangan Presiden dan delegasi.
Setelah seremoni penyambutan, rombongan Presiden Prabowo menuju tempat penginapan di Hotel Sheraton Grand Rio, yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan darat dari bandara.
Presiden Prabowo dijadwalkan berada di Brasil hingga 9 Juli 2025. Selama kunjungan ini, ia akan mengikuti sesi pertemuan para kepala negara BRICS pada 6-7 Juli di Museum of Modern Art (MMA), Rio de Janeiro, serta melanjutkan lawatan bilateral ke Brasilia pada 8-9 Juli untuk bertemu dengan pejabat tinggi Brasil.
Pangkalan AU Galeao menjadi titik pendaratan resmi bagi seluruh delegasi KTT BRICS. Sebelum kedatangan Presiden Prabowo, delegasi dari Malaysia dan Vietnam telah lebih dahulu tiba.
BRICS adalah aliansi negara-negara berkembang yang saat ini beranggotakan 11 negara, yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran. Forum ini berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, politik, serta sosial antarnegara anggota.
Didirikan sebagai forum informal pada 2006 (awal mula disebut BRIC), kelompok ini mengalami perkembangan pesat pasca-krisis finansial global 2008 dan mulai memainkan peran lebih aktif dalam reformasi tata kelola ekonomi internasional. Afrika Selatan resmi bergabung pada 2011, memperluas akronim menjadi BRICS.
Dalam KTT Johannesburg 2023, enam negara disetujui untuk bergabung mulai 2024-2025, termasuk Indonesia. Forum ini beroperasi dengan sistem rotasi kepresidenan tahunan, dan memiliki tiga pilar utama: politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta kerja sama masyarakat sipil.
Kategori negara mitra juga ditetapkan pada KTT Kazan 2024, yang mencakup negara-negara, seperti Malaysia, Bolivia, Nigeria, dan Thailand, sebagai bagian dari perluasan pengaruh BRICS dalam memperjuangkan tata dunia yang lebih inklusif dan seimbang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




