Investor Mulai Tinggalkan Dolar AS
Kamis, 5 Maret 2026 | 05:05 WIB
New York, Beritasatu.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah karena investor mulai melepas posisi aset aman seiring munculnya harapan konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung lama.
Sentimen pasar membaik setelah laporan The New York Times menyebut Kementerian Intelijen Iran memberi sinyal kepada Central Intelligence Agency (CIA) terkait kemungkinan pembicaraan untuk mengakhiri perang.
Informasi tersebut mengutip sejumlah pejabat yang mengetahui perkembangan tersebut. Laporan itu meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko dan menekan pergerakan dolar.
Kepala strategi pasar di Corpay, Karl Schamotta, mengatakan investor mulai melihat peluang meredanya konflik di Timur Tengah sehingga mulai menutup posisi pada mata uang yang sensitif terhadap lonjakan harga komoditas.
Menurut dia, laporan komunikasi tidak resmi antara intelijen Amerika Serikat dan Iran, serta sikap Presiden AS Donald Trump yang dinilai melunak terkait tuntutan perubahan rezim di Iran, turut menurunkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.
Pada perdagangan pagi di New York, euro naik tipis sekitar 0,1% menjadi US$ 1,1623. Mata uang tersebut sebelumnya sempat menyentuh level terlemah sejak akhir November pada perdagangan Selasa (3/3/2026).
Pergerakan itu terjadi setelah data inflasi kawasan euro menunjukkan kenaikan lebih cepat dari perkiraan pada Februari 2026, sebelum konflik Iran pecah.
Sementara itu, indeks dolar yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama turun sekitar 0,1% menjadi 98,93 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 28 November. Terhadap yen Jepang, dolar melemah sekitar 0,3% menjadi 157,25 yen.
Pada perdagangan Selasa (3/3/2026), dolar sempat mencapai level tertinggi sejak 23 Januari setelah Federal Reserve Bank of New York dilaporkan melakukan pengecekan suku bunga pada pasangan dolar-yen.
Di tengah konflik Iran, data ekonomi AS pada hari yang sama kurang mendapat perhatian pasar. Data menunjukkan lapangan kerja sektor swasta di AS meningkat paling besar dalam tujuh bulan terakhir pada Februari 2026. Meski demikian, data bulan sebelumnya direvisi turun cukup tajam.
Lapangan kerja sektor swasta bertambah 63.000 posisi pada Februari 2026, tertinggi sejak Juli 2025, setelah kenaikan Januari direvisi menjadi 11.000.
Sementara itu, laporan lain menunjukkan aktivitas sektor jasa AS melonjak ke level tertinggi lebih dari tiga setengah tahun.
Institute for Supply Management menyatakan indeks manajer pembelian sektor nonmanufaktur naik menjadi 56,1 pada Februari 2026 dari 53,8 pada Januari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




