Bursa China Lebih Tahan Banting Dibanding Asia di Tengah Perang Iran
Jumat, 6 Maret 2026 | 15:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pasar keuangan China dinilai lebih mampu bertahan dibandingkan sebagian besar pasar Asia lainnya di tengah gejolak global akibat perang di Iran.
Melansir Bloomberg, Jumat (6/3/2026), data menunjukkan saham domestik China hanya turun sekitar 1% sepanjang pekan ini, jauh lebih kecil dibandingkan penurunan lebih dari 6% pada pasar saham Asia secara keseluruhan selama periode yang sama.
Kondisi tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor global terhadap dampak konflik Iran terhadap stabilitas ekonomi kawasan, termasuk bagi China yang merupakan salah satu importir minyak terbesar di dunia.
Selain saham, mata uang yuan juga mencatat pelemahan paling kecil terhadap dolar Amerika Serikat dibandingkan mata uang utama Asia lainnya.
Kinerja positif juga terlihat pada pasar obligasi pemerintah China. Obligasi negara China menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan obligasi negara besar lainnya selama periode gejolak pasar.
Stabilitas relatif pada pasar keuangan China menunjukkan bahwa investor masih menilai ekonomi negara tersebut memiliki ketahanan yang cukup baik meskipun menghadapi risiko geopolitik global.
Namun, sejumlah analis tetap mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap ekonomi kawasan Asia, terutama melalui jalur harga energi, perdagangan global, dan arus modal internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




