Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman meski Ada Perang Timur Tengah
Minggu, 8 Maret 2026 | 03:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perum Bulog memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, sedang memanas.
Direktur Operasi Bulog Andi Afdal mengatakan pihaknya terus memastikan pengelolaan cadangan beras berjalan optimal guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
“Stok beras yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan cukup untuk menjaga ketersediaan pangan nasional,” ujar Andi Afdal dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Saat ini Bulog mengelola stok beras sekitar 3,7 juta ton yang siap digunakan untuk berbagai program intervensi pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar.
Bulog juga terus memperkuat pengelolaan cadangan beras melalui penyerapan produksi dalam negeri serta pengaturan distribusi yang terencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan cadangan pangan tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk konflik antara Iran, Israel, dan sekutunya Amerika Serikat.
Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Setelah kami menghitung kekuatan cadangan pangan nasional dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik global yang memanas, alhamdulillah cadangan pangan kita saat ini tersedia hingga 324 hari ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan pangan kita cukup dan terus kami perkuat,” kata Amran.
Menurut Amran, perhitungan tersebut berasal dari berbagai sumber cadangan pangan nasional, mulai dari stok beras pemerintah yang dikelola Bulog, cadangan di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), hingga potensi produksi dari tanaman yang sedang tumbuh di lahan pertanian.
Ia menyebutkan, selain stok beras Bulog sekitar 3,7 juta ton, cadangan di sektor horeka mencapai lebih dari 12 juta ton, sementara potensi standing crop dari lahan pertanian diperkirakan mencapai 10 juta-11 juta ton.
Dengan kombinasi cadangan tersebut, pemerintah memperkirakan pasokan pangan nasional mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 324 hari ke depan.
Pemerintah pun optimistis pasokan pangan nasional tetap terjaga berkat berbagai langkah antisipasi yang dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bulog.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Ratusan Rumah di Bukit Pamulang Indah Masih Terendam Banjir 1 Meter




