Cadangan 400 Juta Barel Dilepas, Krisis Minyak Mentah Bisa Berakhir?
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:11 WIB
Dampak Terhadap Harga Minyak
Sebelum pengumuman resmi pada Rabu, banyak negara masih ragu menggunakan cadangan strategis mereka. Bahkan pada akhir pekan lalu, Presiden Donald Trump sempat menilai pasokan minyak masih cukup dan harga akan segera turun.
Namun, sikap itu berubah. Trump kemudian menyatakan pemerintah AS akan menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR) “sedikit saja” untuk menekan harga energi. Menteri Energi Chris Wright kemudian mengonfirmasi AS akan melepas 172 juta barel minyak sebagai bagian dari upaya IEA.
Negara-negara G7 juga ikut berpartisipasi dalam langkah tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji keputusan itu dan menyebut kontribusi negara G7 mencapai 70% dari total cadangan yang dilepas, termasuk 14,5 juta barel dari Prancis.

Pembicaraan mengenai pelepasan cadangan sempat menenangkan pasar energi pada awal pekan. Namun, setelah keputusan resmi diumumkan, harga minyak justru kembali naik.
Para analis menilai pelepasan 400 juta barel cadangan minyak oleh IEA hanya menjadi solusi jangka pendek, yang diperkirakan hanya dapat menutup kekurangan pasokan global selama beberapa minggu.
“Pelepasan cadangan minyak oleh IEA mungkin hanya menjadi solusi sementara, karena gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan penghentian produksi di beberapa negara Timur Tengah dapat menyebabkan kekurangan pasokan jangka panjang,” kata analis pasar dari Moomoo ANZ, Tina Teng, dikutip dari Reuters.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Semen Padang vs Persib: Teja Bisa Ukir Rekor Baru di Tanah Kelahiran




