ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cadangan 400 Juta Barel Dilepas, Krisis Minyak Mentah Bisa Berakhir?

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:11 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi serangan terhadap kapal tanker minyak yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.
Ilustrasi serangan terhadap kapal tanker minyak yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. (ChatGPT)

Update Harga Minyak

Harga minyak dunia naik tajam pada perdagangan Kamis (12/3/2026) setelah dua kapal tanker yang mengangkut bahan bakar minyak dari Irak diserang di perairan negara tersebut. Insiden ini terjadi di tengah gangguan pasokan energi global akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Harga minyak Brent naik US$ 5,69 atau 6,19% menjadi US$ 97,67 per barel pada pukul 08.18 WIB. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat US$ 5,11 atau 5,86% menjadi US$ 92,36 per barel.

Direktur Jenderal General Company for Ports Irak, Farhan al-Fartousi, kepada Reuters mengatakan dua kapal tanker asing yang membawa minyak bahan bakar dari Irak diserang oleh pihak tak dikenal di perairan teritorial negara tersebut, sehingga menyebabkan kapal-kapal tersebut terbakar.

ADVERTISEMENT

Penyelidikan awal dari pejabat keamanan Irak menunjukkan serangan tersebut dilakukan oleh kapal kecil bermuatan bahan peledak yang berasal dari Iran.

Analis IG Tony Sycamore menilai serangan ini kemungkinan merupakan respons Iran terhadap langkah negara-negara Barat yang mencoba menekan harga energi global.

“Ini tampaknya menjadi respons langsung dan tegas dari Iran terhadap pengumuman IEA semalam tentang pelepasan besar-besaran cadangan strategis yang bertujuan meredam lonjakan harga,” ujarnya.

Di sisi lain, Donald Trump mengatakan AS berada dalam posisi kuat dalam perang melawan Iran.

“Kami berada dalam posisi yang sangat baik dalam perang ini dan akan melihat dengan sangat serius situasi di selat tersebut,” kata Trump.

Meski demikian, sumber yang mengetahui laporan intelijen AS menyebutkan kepemimpinan Iran masih relatif utuh dan tidak berada dalam risiko runtuh dalam waktu dekat.

Menurut Teng, harga minyak masih berpotensi naik karena belum ada tanda-tanda meredanya konflik di Timur Tengah.

“Harga minyak terus menghadapi tekanan kenaikan karena belum ada tanda-tanda deeskalasi perang di Timur Tengah,” kata Tina Teng.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT