ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Konflik Timur Tengah Panaskan Risiko Defisit APBN 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 05:10 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
ILustrasi APBN
ILustrasi APBN (Istimewa/Istimewa)

Apabila yield SBN naik dari 6% menjadi 8%, maka defisit APBN berpotensi bertambah sekitar Rp38 triliun.

“Tambahan beban utang akan meningkat seiring penurunan rating utang. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Bhima.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pasar keuangan sebenarnya sudah mulai mengantisipasi potensi tekanan tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Yusuf, imbal hasil SBN tenor 10 tahun telah meningkat sekitar 56,4 basis poin, yang menunjukkan pasar mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap tekanan global dan potensi pelebaran defisit fiskal.

“Kombinasi harga minyak tinggi, rupiah melemah, dan defisit fiskal yang melebar akan membuat investor meminta premi risiko lebih besar,” ujar Yusuf.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan harga obligasi turun dan yield meningkat. Meski demikian, Yusuf menilai minat investor terhadap lelang SBN masih relatif terjaga karena basis investor domestik, seperti perbankan dan dana pensiun, masih menjadi penopang utama.

“Pemerintah tetap bisa melakukan lelang, tetapi dengan biaya pembiayaan yang lebih mahal. Tantangannya, jika tren kenaikan yield terus berlanjut, beban bunga dalam APBN jangka menengah juga akan meningkat,” jelasnya.

Situasi ini menempatkan pemerintah pada dilema kebijakan. Di satu sisi, pemerintah perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menjalankan berbagai program prioritas nasional. 
Namun di sisi lain, pelebaran defisit yang terlalu besar dapat meningkatkan beban utang dan memperbesar risiko pembiayaan negara.

Dengan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak, lonjakan harga energi global menjadi salah satu risiko eksternal terbesar yang sulit dikendalikan.

Karena itu, kebijakan fiskal pada 2026 dinilai akan menjadi sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus kredibilitas pengelolaan keuangan negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian

Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian

INTERNASIONAL
Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Iran Tuduh Israel

Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Iran Tuduh Israel

INTERNASIONAL
Intelijen AS Sebut Iran Tak Akan Longgarkan Blokade Selat Hormuz

Intelijen AS Sebut Iran Tak Akan Longgarkan Blokade Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kekuatan Tak Melemah, Iran Ancam Hancurkan Aset AS dan Sekutu

Kekuatan Tak Melemah, Iran Ancam Hancurkan Aset AS dan Sekutu

INTERNASIONAL
Kapal dari 3 Negara Melintas Hormuz, Sinyal Jalur Mulai Dibuka?

Kapal dari 3 Negara Melintas Hormuz, Sinyal Jalur Mulai Dibuka?

INTERNASIONAL
Konflik di Timur Tengah Ganggu Ekspor Hyundai

Konflik di Timur Tengah Ganggu Ekspor Hyundai

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon