ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelemahan Rupiah Ancam Kinerja Perusahaan

Jumat, 21 Agustus 2015 | 11:18 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta-Pengamat Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan, tergerusnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin mengancam kinerja perusahaan. Apalagi, sektor ekonomi Indonesia memiliki tingkat ketergantungan besar terhadap impor. "Saya khawatir kalau tidak tertanggulangi dengan baik akan buat perusahaan merumahkan karyawannya," ujarnya.

Disebutkannya, rupiah bisa lanjut terdepresiasi ke level Rp 15.000 jika Tiongkok meneruskan devaluasinya. Bahkan, rupiah akan makin tertekan jika negara-negara lain mengikuti langkah Tiongkok untuk devaluasi mata uangnya. Rupiah seharusnya berada pada level fundamental di kisaran Rp 12.400-Rp 12.500 per dolar AS. Sementara pada tahun lalu, rupiah ada di angka Rp 11.800 per dolar AS.

Latif mengutarakan, depresiasi rupiah memang lebih dominan karena faktor eksternal seperti kebijakan Bank Sentral AS (The Federal Reserve) yang akan menaikkan suku bunga acuannya dan devaluasi yuan. Ditambah dari dalam negeri, rapor merah pada defisit neraca transaksi berjalan 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sangat mengganggu ekonomi Indonesia. Inilah pekerjaan rumah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang harus segera diselesaikan.

"Di tengah-tengah semakin terbatasnya ruang gerak pemerintah dan BI untuk lakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, maka hal yang dimungkinkan adalah mendorong ekspor. Dengan begitu kita akan mendapatkan dolar dan meningkatkan cadangan devisa sehingga membantu menguatkan rupiah. Pelemahan ekonomi Tiongkok juga harus dimanfaatkan Indonesia untuk merebut posisi di pasar internasional. Stabilnya rupiah akan terbantu juga dengan investasi yang masuk ke dalam. Jadi, mohon pemerintah permudah perizinan karena Indonesia punya potensi luar biasa," katanya.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Rupiah Terkapar! Defisit Fiskal dan Modal Asing Kabur Jadi Pemicunya

Rupiah Terkapar! Defisit Fiskal dan Modal Asing Kabur Jadi Pemicunya

MULTIMEDIA
Mendag Minta Eksportir Manfaatkan Pelemahan Rupiah

Mendag Minta Eksportir Manfaatkan Pelemahan Rupiah

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
Aksi Ambil Untung Dolar AS Bawa Rupiah Menguat ke Rp 17.475

Aksi Ambil Untung Dolar AS Bawa Rupiah Menguat ke Rp 17.475

EKONOMI
Rupiah Hari Ini Turun Makin Dalam Menembus Rp 17.528

Rupiah Hari Ini Turun Makin Dalam Menembus Rp 17.528

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon