Aksi Ambil Untung Dolar AS Bawa Rupiah Menguat ke Rp 17.475
Rabu, 13 Mei 2026 | 18:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (13/5/2026), seiring aksi ambil untung pelaku pasar setelah penguatan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Kurs tengah Jisdor mencatat rupiah menguat ke level Rp 17.496 per dolar AS. Sementara itu, Bloomberg dollar index mencatat rupiah menguat ke Rp 17.475 setelah sempat melemah hingga Rp 17.550 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan penguatan rupiah terjadi akibat aksi profit taking terhadap dolar AS setelah sebelumnya menguat cukup tajam.
“Penguatan rupiah terjadi seiring aksi ambil untung (profit taking) terhadap dolar AS setelah sebelumnya mengalami penguatan cukup tajam pasca rilis data inflasi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar,” kata Amru, dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, inflasi tahunan AS tercatat mencapai 3,8% pada April 2026, tertinggi sejak Mei 2023, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 3,7%. Sementara pada Maret 2026, inflasi berada di level 3,3%.
Menurut Amru, pelaku pasar saat ini cenderung berhati-hati menunggu rilis data inflasi produsen AS (Producer Price Index) serta perkembangan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang berpotensi memengaruhi arah pasar global.
Di tengah tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah, sebagian investor juga melakukan reposisi aset sehingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang (emerging market) mulai mereda.
Dari sisi domestik, rupiah mendapat dukungan dari ekspektasi pasar terhadap langkah Bank Indonesia (BI) yang dinilai masih aktif menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing dan obligasi.
Selain itu, muncul spekulasi bahwa BI berpotensi melakukan penyesuaian suku bunga guna menjaga daya tarik aset domestik serta menahan arus keluar modal asing.
Amru menambahkan, sentimen positif juga datang dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasar keuangan, termasuk likuiditas dan pasar surat utang. Meski demikian, ia memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




