2016, Impor Premium Turun Jadi 5 Juta Barel Per Bulan
Minggu, 13 Desember 2015 | 11:42 WIB
Jakarta – PT Pertamina (Persero) menyatakan impor premium pada tahun depan hanya sebesar 5 juta barel per bulan. Angka ini turun separuhnya dari impor sebelumnya yang mencapai 10 juta barel per bulan.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menuturkan, penurunan impor premium sebenarnya terjadi mulai tahun ini. Tepatnya sejak Pertamina mulai mengoperasikan unit residual fluid catalytic cracking (RFCC) di Kilang Cilacap dan Kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama. Saat ini, impor premium telah turun menjadi 4-5 juta barel per bulan dari sebelumnya 9-10 juta per barel. Angka ini akan bertahan sampai tahun depan meskipun ada peningkatan konsumsi. "Tahun depan impor premium 5 juta barel per bulan," kata dia di Jakarta, Minggu (13/12).
Dengan penurunan ini, maka porsi impor premium berkurang signifikan. Bambang menjelaskan, sebelumnya porsi impor premium mencapai 60 persen dari konsumsi nasional, sementara produksi domestik hanya 40 persen.
"Sekarang komposisi impor terbalik tinggal 30 persen, sementara produksi dalam negeri 70 persen. Itu sudah turun jauh," ujarnya.
Penurunan impor premium lebih besar lagi disebutnya baru bisa terjadi setelah Pertamina menyelesaikan upgrading kilang serta pembangunan kilang baru.
Untuk solar, tutur Bambang, justru tidak akan ada impor lagi mulai tahun depan menyusul lesunya industri dan diberlakukannya mandatori biodiesel 20 persen. Pada tahun depan, Pertamina justru ada kelebihan produksi solar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




