ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Rabu, 15 April 2026 | 22:36 WIB
EM
MK
Penulis: Erfan Maruf | Editor: MBK
Masyarakat saat berbelanja di sebuah supermarket.
Masyarakat saat berbelanja di sebuah supermarket. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Pelaku usaha ritel meminta pemerintah memberikan kemudahan perizinan impor di tengah kenaikan harga bahan baku yang mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan barang sekaligus menahan tekanan harga di pasar domestik.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan kenaikan harga bahan baku sudah terjadi dan berdampak pada berbagai produk, terutama yang berbasis plastik.

“Ya, saat ini kami di ritel sudah menerima kenaikan harga dari pemasok. Jadi dari dua minggu lalu atau minggu lalu juga sudah masuk, dalam proses kami menegosiasi harga lama. Tetapi kalau tidak bisa ya kami negosiasi harganya naik bertahap,” ujar Budihardjo di Smesco Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menyebutkan kenaikan tersebut mulai berdampak pada harga jual di tingkat ritel, meskipun sebagian pelaku usaha masih berupaya menahan kenaikan melalui negosiasi dengan pemasok.

ADVERTISEMENT

Pada sisi lain, pelaku usaha juga menghadapi kendala dalam impor barang jadi yang tidak diproduksi di dalam negeri. Kondisi ini dinilai semakin menambah tekanan bagi sektor ritel.

“Kalau ritel masih kesulitan di impor. Justru dengan kondisi bahan baku ini, seharusnya kemudahan impor untuk barang jadi yang tidak diproduksi di Indonesia bisa segera diberikan oleh kementerian terkait,” jelasnya.

Budihardjo menilai kemudahan impor diperlukan untuk menjaga pasokan barang, terutama untuk produk tertentu yang memiliki segmen pasar khusus.

“Misalnya ada tekstil branded, itu tidak mungkin mematikan UMKM. Kalau barang di mal seperti tas mahal, daripada kurang di dalam negeri dan konsumen belanja ke Malaysia, lebih baik mereka belanja di Indonesia,” ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga dapat membantu menjaga konsumsi domestik agar tidak bergeser ke luar negeri.

“Pesawat juga naik, jadi lebih baik ditahan belanja di Indonesia. Impor dipermudah, dipercepat, diperbanyak kalau perlu supaya orang tidak belanja ke luar negeri, bahkan orang luar negeri bisa belanja di Indonesia,” kata Budihardjo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banyak Kericuhan, Mendag Minta Masyarakat Tak Panic Buying

Banyak Kericuhan, Mendag Minta Masyarakat Tak Panic Buying

EKONOMI
Pengusaha Ritel: Mal Bagus Daya Beli Rendah Sebabkan Fenomena Rojali

Pengusaha Ritel: Mal Bagus Daya Beli Rendah Sebabkan Fenomena Rojali

EKONOMI
Tarif 0 Persen dari Amerika Boleh, kalau China Jangan

Tarif 0 Persen dari Amerika Boleh, kalau China Jangan

EKONOMI
Pengusaha Ritel Soroti Klaim Pabrik China Produksi Barang Branded

Pengusaha Ritel Soroti Klaim Pabrik China Produksi Barang Branded

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon