Supertanker Iran Tembus Hormuz, Klaim Blokade AS Dipertanyakan
Rabu, 15 April 2026 | 18:22 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Klaim blokade Amerika Serikat (AS) terhadap jalur laut Iran dipertanyakan setelah sebuah supertanker berhasil melintasi Selat Hormuz dan kembali ke perairan Iran tanpa hambatan.
Laporan media Iran Fars, kapal tanker berkapasitas sekitar 2 juta barel minyak mentah itu dilaporkan berlayar secara terbuka dengan sistem pelacakan aktif. Tidak ditemukan indikasi upaya penyamaran maupun pemadaman sinyal selama pelayaran.
Sebelumnya, United States Central Command (Centcom) mengeklaim telah sepenuhnya menghentikan arus perdagangan maritim menuju dan dari Iran. Kebijakan tersebut disebut mencakup kapal dari berbagai negara di kawasan Teluk Persia hingga Teluk Oman.
Namun, pernyataan itu memunculkan celah setelah perkembangan terbaru di lapangan.
Komandan Centcom Brad Cooper menegaskan pihaknya tetap menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Kebijakan itu berlaku bagi kapal yang melintas selama tidak menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.
Di tengah kebijakan tersebut, supertanker Iran dilaporkan tetap melintasi jalur internasional di Selat Hormuz tanpa pencegatan. Kapal itu kemudian berhasil memasuki perairan Iran.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait peristiwa tersebut.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas blokade yang diklaim. Sejumlah pihak menilai kemungkinan adanya celah kebijakan yang dimanfaatkan Iran.
Situasi di kawasan semakin memanas setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan pada akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.
Di tengah kebuntuan diplomatik tersebut, pergerakan kapal tanker ini menjadi sorotan sebagai simbol tarik-menarik pengaruh antara kedua negara.
Selat Hormuz, sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia, kembali menjadi titik krusial dalam dinamika geopolitik global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




