Purbaya: Investor Asing Masih Bingung Kebijakan Indonesia
Rabu, 15 April 2026 | 22:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan roadshow ke investor global dan lembaga keuangan internasional di Washington DC, Amerika Serikat.
Agenda ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap strategi fiskal pemerintah dan memastikan arus modal ke Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Purbaya bersama jajaran Kementerian Keuangan menggelar berbagai pertemuan strategis, mulai dari bilateral meeting hingga courtesy meeting dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, serta beberapa lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings.
Di sela agenda tersebut, Purbaya sempat mencairkan suasana dengan kelakar “goyang Purbaya” usai rangkaian pertemuan dengan investor global. Namun, di balik suasana santai itu, pembahasan yang dilakukan tetap berfokus pada penyampaian strategi fiskal pemerintah secara rinci kepada para pelaku pasar.
“Kita jelaskan ke mereka dengan detail dan komprehensif apa yang kita lakukan, apa dampaknya ke anggaran, apa dampaknya ke pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, investor global ingin memastikan komitmen pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan anggaran. Pemerintah kemudian menekankan bahwa Indonesia ingin mendorong pertumbuhan lebih cepat tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian fiskal.
Ia mengatakan, selama ini sebagian investor masih belum sepenuhnya memahami strategi pemerintah. Pertanyaan utama yang muncul, menurut dia, adalah bagaimana Indonesia bisa mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga anggaran negara tetap terkendali.
“Sepertinya selama ini mereka masih agak bingung dengan kebijakan kita. Utamanya mereka bingung kenapa kita bisa tumbuh lebih cepat tetapi anggarannya tetap terkendali,” ujar Purbaya.
Dari sisi minat investasi, Purbaya menyebut respons investor cukup positif. Ketertarikan itu, kata dia, datang dari sektor keuangan, baik pada instrumen pendapatan tetap (fixed income) maupun saham (equity).
Ia menilai arus dana dari investor global berpeluang masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Jika itu terjadi, masuknya dana ke pasar keuangan domestik dinilai bisa memberi dorongan tambahan bagi pasar modal Indonesia.
“Harusnya sih enggak lama lagi akan masuk ke Indonesia dan akan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi,” kata Purbaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Cegah Pasien PBI Ditolak RS, Pemerintah Siapkan SKB




