ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Purbaya Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen untuk Tarik Investor AS

Selasa, 14 April 2026 | 19:09 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin 6 April 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin 6 April 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5% pada triwulan I 2026 dan meningkat pada triwulan II. Target ini diharapkan menjadi daya tarik utama bagi investor global untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

“Kalau kita bisa tumbuh 5,5% di triwulan pertama dan (triwulan) keduanya lebih cepat lagi dan ini akan dengan serta merta membuat mereka (investor) otomatis akan memperbesar investasi di Indonesia,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, Senin (13/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan dengan sejumlah investor besar di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. Investor yang ditemui, antara lain BlackRock, HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, Lord Abbett, dan TD Asset Management.

ADVERTISEMENT

Pada forum tersebut, pemerintah memaparkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia serta arah kebijakan fiskal yang sedang dijalankan. Purbaya menegaskan bahwa investor pada dasarnya menilai kebijakan fiskal Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.

“Tadi kita bertemu investor-investor besar dan kita jelaskan kondisi ekonomi kita dan strategi fiskal. Jadi mereka sebenarnya sudah yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” jelasnya.

Menurutnya, minat investasi terhadap Indonesia masih terjaga. Namun, investor membutuhkan kepastian atas berbagai informasi yang beredar terkait kondisi fiskal domestik.

“Mereka enggak ragu, cuma kan di Indonesia banyak keributan sana-sini, noise bahwa fiskal kita masalah dan lain-lain. Jadi mereka ingin memastikan bahwa itu tidak benar,” kata Purbaya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian investor menilai perubahan outlook oleh lembaga pemeringkat dilakukan terlalu cepat karena belum sepenuhnya mencerminkan data ekonomi terbaru. Dari sisi fundamental, ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat.

Ke depan, pemerintah akan fokus menjaga konsistensi kebijakan serta memastikan target pertumbuhan ekonomi tercapai. Menurut Purbaya, hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus mendorong arus investasi masuk.

“Jadi kita fokus memastikan kebijakan kita berjalan sesuai dengan desain yang kita buat,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

EKONOMI
Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

EKONOMI
Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

EKONOMI
Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

EKONOMI
Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

EKONOMI
Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon