Soroti Konten Viral, ITB Perkuat Etika dan Pencegahan
Rabu, 15 April 2026 | 16:33 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya konten yang memicu keresahan publik.
ITB memandang peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal.
Menanggapi polemik tersebut, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT-ITB) telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Organisasi mahasiswa itu menegaskan konten yang ditampilkan tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung di lingkungan akademik.
HMT-ITB juga menyatakan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu maupun kelompok.
Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio dari kanal resmi organisasi serta akun terafiliasi, termasuk konten lama yang kembali beredar.
Selain itu, organisasi tersebut melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan. Peninjauan ulang standar dan pedoman organisasi juga dilakukan agar selaras dengan nilai etika kampus dan masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pembinaan yang dilakukan ITB. Kampus ini sebelumnya telah menggelar kampanye etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa melalui direktorat persiapan bersama (ditsama).
Kampanye itu menekankan pentingnya sikap sopan, saling menghormati, tanggung jawab, serta kedewasaan dalam berpenampilan dan berkomunikasi di lingkungan akademik.
“Melalui penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang terus diperkuat, ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial dan kuat secara etika,” ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Nurlaela Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).
Penguatan nilai etika kemudian diperluas melalui kampanye literasi media sosial. ITB mengajak mahasiswa menggunakan media sosial secara bijak, kritis, santun, dan bertanggung jawab.
Mahasiswa juga didorong untuk memahami pencegahan kekerasan seksual, baik fisik maupun verbal, serta menyampaikan pendapat secara konstruktif tanpa menyerang pihak lain.
Dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, ITB telah membentuk satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan (Satgas PPK) yang mencakup kampus di Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta.
Satgas ini berperan dalam memperkuat sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus.
Selain itu, edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) juga menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa baru, yang terintegrasi dengan layanan kesehatan kampus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




