ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Imipas Akan Terapkan Sistem Face Recognition pada Musim Haji 202

Rabu, 15 April 2026 | 22:27 WIB
AS
MA
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: MA
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menggelar pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Yusuf, di Jakarta pada Rabu (15/4/2026).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menggelar pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Yusuf, di Jakarta pada Rabu (15/4/2026). (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) akan menerapkan sistem imigrasi berbasis pengenalan wajah (facial recognition) bagi jemaah haji Indonesia saat kepulangan dari Arab Saudi pada musim haji 2026.

Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang di bandara karena proses pemeriksaan dilakukan secara otomatis melalui koridor khusus (seamless gate). Rencana penerapan ini terungkap seusai pertemuan antara Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dengan Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Yusuf. 

Agus mengatakan layanan ini akan diterapkan di bandara-bandara yang melayani program Mekkah Route. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan mempercepat proses kedatangan jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga.

ADVERTISEMENT

“Proses imigrasi yang mudah artinya imigrasi seamless process, prosesnya dipermudah sehingga pada saat jemaah kembali dari menunaikan ibadah haji hanya lewat saja. Nanti akan melalui koridor gate yang bisa mengenali setiap jemaah melalui pengenalan lewat wajah (facial recognition) mereka,” kata Agus selepas pertemuan, Rabu (15/4/2026).

Penerapan facial recognition ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan haji, khususnya pada fase kepulangan. Pemerintah ingin memastikan proses keimigrasian tidak menjadi beban tambahan bagi jemaah.

Identitas jemaah akan langsung dikenali sistem saat melewati gate tanpa perlu pemeriksaan manual yang memakan waktu.

“Kami juga pada saat kembali, mereka kan sudah menjalankan selama rangkaian ibadah haji kan tenaga dan lain sebagainya sudah cukup terkuras,” ujarnya.

Kementerian Imipas juga akan menambah jumlah petugas guna memastikan kelancaran pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji. Selain itu, pemerintah juga memperluas layanan Mekkah Route.

Sebelumnya layanan khusus itu hanya tersedia di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten; Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Jawa Tengah; Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur. Nantinya layanan serupa akan diterapkan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Keberangkatan jemaah haji Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, proses pemulangan akan dilakukan mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon