ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Amerika Cabut Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Singgung Peran China

Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Presiden AS  Donald Trump resmi membuka kembali Selat Hormuz secara permanen setelah mencapai kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping.
Presiden AS Donald Trump resmi membuka kembali Selat Hormuz secara permanen setelah mencapai kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping. (AP Photo/Altaf Qadri)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan kebijakan baru untuk membuka kembali Selat Hormuz secara permanen. Pengumuman ini muncul di tengah situasi genting di mana jalur pelayaran vital tersebut sempat berada di bawah blokade militer ketat sejak awal pekan ini.

Dalam pernyataannya melalui media sosial,  yang dikutip The Independent, Rabu (15/4/2026), Trump mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi intensif dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Trump mengeklaim bahwa pihak Tiongkok menyambut baik langkah tersebut. Hubungan antara kedua pemimpin ini pun terlihat menghangat, bahkan Trump berseloroh bahwa Presiden Xi akan memberikan pelukan hangat saat mereka bertemu secara resmi dalam beberapa minggu ke depan.

"China sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga - dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi,” tulis presiden AS itu dalam sebuah unggahan di Truth Social.

ADVERTISEMENT

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah kesediaan Tiongkok untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Iran. Menurut keterangan Trump, Beijing telah setuju untuk tidak mengirimkan bantuan senjata ke Teheran. Komitmen ini dianggap sebagai langkah besar yang membantu menurunkan tensi konflik di kawasan tersebut, mengingat Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang utama Iran.

Trump menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz bukan hanya dilakukan untuk kepentingan Amerika Serikat atau Tiongkok semata, melainkan untuk kestabilan dunia. Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi pengiriman minyak mentah global, dan penutupannya beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran akan krisis energi yang luas. Trump berjanji bahwa kekacauan seperti ini tidak akan dibiarkan terjadi lagi di masa depan.

Sebelum pengumuman ini keluar, situasi di Selat Hormuz sangat mencekam. Blokade dimulai pada hari Senin (13/4/2026) sebagai respons atas gagalnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan sebelumnya. Kegagalan tersebut awalnya memicu AS untuk mengambil tindakan militer yang lebih keras demi menekan posisi tawar Iran di meja perundingan.

Selama masa blokade yang singkat tersebut, militer AS sempat mengeklaim telah mencapai keunggulan maritim total di Timur Tengah. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengerahkan berbagai aset tempur untuk menutup akses keluar-masuk pelabuhan-pelabuhan Iran. Namun, klaim kontrol total ini sempat dipertanyakan setelah munculnya laporan mengenai beberapa kapal tanker yang tetap berhasil melintas di zona larangan tersebut.

Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam menghadapi tekanan tersebut. Kantor berita Mehr News melaporkan bahwa pemerintah Teheran telah menginstruksikan penggunaan pelabuhan-pelabuhan alternatif guna menghindari efek blokade langsung. Langkah ini menunjukkan bahwa Iran berupaya keras mempertahankan arus ekspor-impor mereka meskipun berada di bawah bayang-bayang kehadiran militer Amerika yang masif.

Menariknya, meskipun Trump bicara soal perdamaian dan pembukaan jalur laut, laporan dari Washington Post menyebutkan bahwa AS tetap bersiap mengirimkan ribuan tentara tambahan ke Timur Tengah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun jalur diplomasi sedang dibuka, Amerika Serikat tetap ingin menjaga posisi tawar mereka dengan kekuatan militer yang siap siaga. Kini, fokus dunia tertuju pada realisasi pembukaan selat tersebut dan dampak jangka panjang bagi keamanan global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Buka Blokade Hormuz, Donald Trump Yakin Bakal Dipeluk Xi Jinping

AS Buka Blokade Hormuz, Donald Trump Yakin Bakal Dipeluk Xi Jinping

INTERNASIONAL
Ini Pernyataan Lengkap Trump tentang Pencabutan Blokade Selat Hormuz

Ini Pernyataan Lengkap Trump tentang Pencabutan Blokade Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Sebut Perang Segera Berakhir, Trump Pede Pasar Saham Melonjak

Sebut Perang Segera Berakhir, Trump Pede Pasar Saham Melonjak

EKONOMI
Kronologi 2 Kapal Lolos Blokade Hormuz, Klaim AS Dapat Ujian Serius

Kronologi 2 Kapal Lolos Blokade Hormuz, Klaim AS Dapat Ujian Serius

INTERNASIONAL
Blokade Selat Hormuz: Destroyer AS Paksa 2 Tanker Kembali ke Iran

Blokade Selat Hormuz: Destroyer AS Paksa 2 Tanker Kembali ke Iran

INTERNASIONAL
Supertanker Iran Tembus Hormuz, Klaim Blokade AS Dipertanyakan

Supertanker Iran Tembus Hormuz, Klaim Blokade AS Dipertanyakan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon