ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

45 Perusahaan Siap Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 66,28 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB
MF
MK
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: MBK
Ilustrasi Pasar Saham Indonesia.
Ilustrasi Pasar Saham Indonesia. (Beritasatu.com/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat total mandat penerbitan surat utang korporasi dalam pipeline mencapai Rp 66,28 triliun per 31 Maret 2026.

Nilai tersebut berasal dari rencana aksi korporasi sebanyak 45 perusahaan yang tengah bersiap menghimpun dana melalui instrumen utang di pasar modal.

Chief economist Pefindo Suhindarto menjelaskan, sektor pembiayaan konsumtif–otomotif atau multifinance menjadi kontributor terbesar dalam pipeline penerbitan. Tercatat enam perusahaan di sektor tersebut menyiapkan emisi dengan total nilai Rp 11 triliun.

Di posisi berikutnya, sektor perbankan merencanakan penerbitan sebesar Rp 9,18 triliun, disusul entitas terkait pemerintah di sektor layanan publik dengan rencana emisi Rp 7,05 triliun.

ADVERTISEMENT

Dari sisi jenis instrumen, Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi masih mendominasi dengan nilai Rp 32,98 triliun.

“PUB obligasi tetap menjadi primadona, diikuti obligasi non-PUB, PUB sukuk, sukuk, serta instrumen lain seperti MTN, surat berharga perpetual, dan sekuritisasi,” ujar Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan kepemilikan, perusahaan non-BUMN terlihat lebih agresif dalam memanfaatkan pasar surat utang. Sebanyak 33 perusahaan non-pelat merah menyiapkan rencana penerbitan senilai Rp 48,81 triliun.

Sementara itu, kelompok BUMN dan entitas terkait, termasuk anak usaha BUMN dan BUMD, mencatatkan 12 perusahaan dengan total rencana emisi mencapai Rp 17,47 triliun.

Pefindo menilai prospek penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2026 tetap solid. Total emisi diproyeksikan berada pada kisaran Rp 154 triliun hingga Rp 196,86 triliun, dengan titik tengah sekitar Rp 175,77 triliun.

Salah satu pendorong utama adalah besarnya nilai surat utang yang akan jatuh tempo pada periode Mei hingga Desember 2026 yang mencapai Rp 124,12 triliun.

“Selain itu, prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan tetap kuat turut memperkuat optimisme tersebut,” jelas Suhindarto.

Dengan dukungan faktor makroekonomi serta kebutuhan pendanaan korporasi yang tinggi, pasar surat utang dinilai tetap menjadi alternatif pembiayaan yang kompetitif di tengah dinamika suku bunga dan volatilitas pasar keuangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pefindo Proyeksikan Surat Utang Korporasi Tembus Rp 196,86 Triliun

Pefindo Proyeksikan Surat Utang Korporasi Tembus Rp 196,86 Triliun

EKONOMI
Prospek SBN dan Obligasi Korporasi Tetap Positif pada 2026

Prospek SBN dan Obligasi Korporasi Tetap Positif pada 2026

EKONOMI
Cetak Laba, Pelita Air Catatkan Kinerja Positif Tahun Buku 2024

Cetak Laba, Pelita Air Catatkan Kinerja Positif Tahun Buku 2024

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon