Bersama Bea Cukai, Pemkot Semarang Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal dan Ribuan Minuman Beralkohol
Rabu, 15 April 2026 | 19:00 WIB
Semarang, Beritasatu.com – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama Bea Cukai Semarang menggelar kegiatan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa jutaan batang rokok dan ribuan liter minuman beralkohol di halaman Balai Kota Semarang pada Rabu (15/4/2026). Pemusnahan ini merupakan hasil sinergi intensif periode Juni hingga Desember 2025 untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai.
"Terima kasih kawan-kawan ini kami bersama-sama dengan berbagai macam stakeholder menjaga supaya peredaran rokok non cukai itu bisa kita kurangi. Walaupun tadi disampaikan dalam diskusi bahwa Kota Semarang ini menjadi daerah lintasan saja, tetapi dengan adanya seremoni hari ini membuat para pedagang rokok non cukai berpikir untuk mengedarkan rokoknya di Kota Semarang," ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Dalam sambutannya, Agustina menekankan pentingnya menjaga iklim perdagangan yang sehat di wilayah karesidenan Semarang agar tidak dirusak oleh persaingan tidak sehat dari produk ilegal. Selain itu, ia juga menyoroti peran penting Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang di Kota Semarang mencapai sekitar Rp 29 miliar per tahun untuk mendukung kesejahteraan buruh pabrik rokok dan layanan kesehatan.
"Rp 29 miliar naik turun kan tergantung pendapatan cukai tahun lalu terus kita dapet bagiannya. Bagian-bagiannya itu ada persentasenya, misalnya 10% digunakan untuk kesehatan. Kesehatan bagi para buruh pabrik rokok dan keluarganya ini. Kemudian ada 20% untuk pendidikan, ada berapa persen lagi untuk ketenagakerjaan. Semuanya ada persentasenya," tambah Agustina.
Barang bukti yang dimusnahkan mencakup 7.397.830 batang rokok ilegal jenis sigaret dan 3.318 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Total nilai barang tersebut ditaksir mencapai Rp 11.487.708.690,00, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari sektor cukai, PPN Hasil Tembakau, dan pajak rokok sebesar lebih dari Rp 7,6 miliar.
"Penindakan ini merupakan periode Juni sampai dengan Desember tahun 2025. Total yang kita musnahkan hari ini sekitar 7,3 juta batang. Nilai barang yang kita musnahkan tersebut adalah sekitar Rp 11,4 miliar. Jadi potensi kerugian di sana yang bisa kita selamatkan itu sekitar Rp 7,6 miliar," jelas Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak.
Petugas di lapangan mengungkap berbagai modus pengiriman barang ilegal yang kian canggih untuk mengelabui pemeriksaan, mulai dari penggunaan mobil pribadi yang dimodifikasi hingga penyamaran melalui jasa pengiriman barang. Penindakan banyak dilakukan di titik-titik strategis seperti gerbang tol utama di wilayah Semarang.
"Modusnya salah satunya mereka menggunakan mobil pribadi. Itu dipakai dengan memodifikasi suspensinya. Bahkan juga ada yang ditaruh di atasnya itu kelapa-kelapa sehingga mengelabui petugas yang ada di lapangan sana. Ada juga melalui jasa pengiriman, mereka itu misdeclaration. Menyebutnya dengan sarung, peci, parfum, buku, segala macam untuk mengelabui petugas," ungkap Mochamad Syuhadak.
Proses pemusnahan dilakukan secara simbolis di Balai Kota sebelum nantinya seluruh barang bukti rokok dibakar secara termal menggunakan teknologi insinerasi di fasilitas yang tersertifikasi guna memastikan barang tidak lagi memiliki nilai ekonomis dan aman bagi lingkungan.
Agustina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi peredaran barang ilegal di lingkungannya demi mewujudkan Semarang yang bersih.
"Proses pemusnahan ini memberikan stempel resmi kepada publik bahwa apapun yang disita itu diteruskan, dimusnahkan, harus musnah. Kita sepakat akan terus menjaga perdagangan rokok ilegal supaya tidak masuk di wilayah kita," pungkas Agustina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
63 ASN Pemkot Semarang Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wali Kota Agustina Tekankan Teladan dan Pelayanan Jemaah
NUSANTARABERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




