63 ASN Pemkot Semarang Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wali Kota Agustina Tekankan Teladan dan Pelayanan Jemaah
Rabu, 15 April 2026 | 21:15 WIB
Semarang, Beritasatu.com – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang telah dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pelepasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan petugas haji daerah yang akan mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah.
Dalam momentum ini, peran ASN petugas haji Kota Semarang ditekankan wali kota, Agustina Wilujeng sebagai ujung tombak pelayanan jemaah di Tanah Suci. Amanah yang diemban dinilai tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab pelayanan publik di lingkungan internasional.
BACA JUGA
Bersama Bea Cukai, Pemkot Semarang Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal dan Ribuan Minuman Beralkohol
Pesan khusus telah disampaikan kepada para petugas agar tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Ini amanat yang berat tapi mulia. Jadilah wajah pemerintah yang memberikan pelayanan terbaik, jaga kesehatan jemaah, dan utamakan keselamatan,” ujar Agustina di Balaikota, Rabu (15/4/2026).
Dijelaskan bahwa para ASN yang diberangkatkan terdiri dari berbagai unsur penting dalam penyelenggaraan haji, seperti Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Seluruhnya akan bertugas memberikan pendampingan langsung kepada jemaah selama di Arab Saudi.
Rasa bangga juga disampaikan atas terpilihnya puluhan ASN tersebut sebagai representasi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Saya senang bisa melepas mereka. Harapannya tentu seluruh proses ibadah berjalan lancar sampai pulang,” katanya.
Ditekankan pula bahwa para petugas tidak hanya berstatus sebagai jemaah, melainkan juga sebagai representasi pelayanan pemerintah Indonesia di luar negeri.
Dalam rombongan tersebut, keikutsertaan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang turut disorot. Sosok pejabat tertinggi yang ikut berangkat diharapkan dapat menjadi contoh bagi jemaah lainnya, terutama dalam hal kedisiplinan dan kesungguhan beribadah.
“Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen,” imbuhnya.
Dari total 63 ASN yang diberangkatkan, komposisi terbesar berasal dari sektor pendidikan. Sebanyak 29 orang diketahui merupakan guru dan kepala sekolah.
Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan medis bagi jemaah.
“Paling banyak dari Dinas Pendidikan, kemudian RSUD dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Meski puluhan ASN diberangkatkan, pelayanan publik di Kota Semarang dipastikan tetap berjalan normal. Hal ini dimungkinkan karena jumlah total ASN yang mencapai sekitar 14 ribu orang serta telah dilakukannya pengaturan tugas sebelumnya.
Koordinasi internal disebut telah dilakukan agar tidak terjadi gangguan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, para ASN yang berangkat diminta untuk fokus menjalankan ibadah tanpa memikirkan tugas di daerah.
“Urusan pelayanan sudah dikoordinasikan dengan baik. Jadi peserta diminta fokus total pada ibadah,” katanya.
Para ASN juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Penyesuaian terhadap cuaca ekstrem di Arab Saudi dinilai penting agar rangkaian ibadah dapat dijalani dengan optimal.
Baca Juga: AZEC Plus Online Summit Meeting, Menko Airlangga Tekankan Kolaborasi Energi di Tengah Gangguan Pasokan Global
“Jaga pola tidur, jangan memaksakan tenaga karena rangkaian ibadah cukup menguras fisik,” pesannya.
Sebagai penutup, Agustina menitipkan kepada para jemaah agar Kota Semarang senantiasa diberikan keberkahan dan kelancaran pembangunan.
“Dititipkan doa agar Kota Semarang selalu dilimpahi rahmat dan dijauhkan dari hal-hal yang menghambat pembangunan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Bersama Bea Cukai, Pemkot Semarang Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal dan Ribuan Minuman Beralkohol
NUSANTARABERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




