Sebut Perang Segera Berakhir, Trump Pede Pasar Saham Melonjak
Rabu, 15 April 2026 | 20:54 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim konflik dengan Iran sudah sangat dekat dengan akhir, seiring meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai antara kedua pihak.
Dalam wawancara dengan Fox Business Network yang disiarkan Rabu (15/4/2026), Trump menyatakan bahwa secara militer Iran telah berhasil ditekan oleh AS.
“Kami telah mengalahkan mereka secara militer, sepenuhnya. Saya melihat ini sudah sangat dekat dengan akhir,” ujar Trump.
Ia menambahkan, jika operasi militer dihentikan saat ini, Iran diperkirakan membutuhkan waktu sangat lama untuk memulihkan kondisi negaranya.
“Jika kami berhenti sekarang, mereka butuh 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kami belum selesai,” lanjutnya.
Trump juga menyebut Iran memiliki keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan damai. “Kami akan lihat apa yang terjadi, tetapi saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” kata Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya optimisme pasar global terhadap kemungkinan solusi diplomatik, meskipun pembicaraan damai sebelumnya belum mencapai hasil.
Trump menilai gejolak pasar global akibat konflik tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia bahkan memprediksi harga minyak yang sempat melonjak akibat gangguan pasokan akan segera turun.
Selain itu, Trump kembali menegaskan alasan utama intervensi militer AS, yakni untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. “Kami harus menghentikan mereka agar tidak pernah memiliki senjata nuklir,” tegasnya.
Ia juga memperkirakan pasar saham akan mengalami lonjakan signifikan setelah konflik berakhir. “Pasar saham akan melonjak, bahkan saat ini sudah mulai menguat,” ujarnya.
Di sisi lain, seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan putaran kedua negosiasi dengan Iran. Namun, hingga saat ini belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




