Ini Negara-negara yang Berani Tolak Akses Ruang Udara bagi Militer AS
Rabu, 15 April 2026 | 17:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wacana pemberian akses ruang udara bagi pesawat militer Amerika Serikat (AS) memicu perbincangan luas. Di tengah isu tersebut, beberapa negara di dunia memilih langkah berbeda dengan menutup wilayah udaranya dari operasi militer AS.
Belakangan, ramai isu mengenai pesawat militer AS bebas akses ruang udara Indonesia menjadi sorotan publik. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Prabowo menyetujui proposal yang memungkinkan pesawat AS melintasi wilayah udara Indonesia secara menyeluruh.
Namun, pemerintah melalui Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas rancangan awal.
Ia juga memastikan bahwa kedaulatan wilayah Indonesia tetap menjadi prioritas utama. Di sisi lain, laporan Reuters pada Selasa (14/4/2026) menyebutkan bahwa apabila Indonesia benar-benar memberikan izin ruang udara bagi penerbangan militer AS, maka Jakarta berpotensi terseret dalam konflik di Laut China Selatan.
Terlepas dari dinamika tersebut, sejumlah negara di dunia justru menunjukkan sikap berbeda dengan secara tegas menolak akses wilayah udaranya bagi pesawat militer AS. Penolakan ini terutama terjadi dalam konteks konflik terbaru yang melibatkan Iran.
Negara yang Menolak Akses Ruang Udara bagi Pesawat Militer AS
Mengacu pada laporan Newsweek pada Selasa (31/3/2026), beberapa negara Eropa bahkan membatasi pergerakan militer yang berkaitan dengan konflik Iran. Kebijakan ini memperlihatkan adanya kehati-hatian sekaligus sikap politik yang tegas dari negara-negara tersebut.
1. Spanyol
Spanyol mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer AS yang terlibat dalam konflik Iran. Kebijakan ini juga diikuti dengan larangan penggunaan pangkalan bersama di Rota dan Moron untuk operasi militer terkait.
Menteri Pertahanan Margarita Robles menegaskan bahwa keputusan tersebut telah disampaikan secara jelas kepada pihak militer AS sejak awal.
“Hal ini telah dijelaskan dengan sangat jelas kepada militer dan pasukan Amerika sejak awal,” ujarnya.
“Oleh karena itu, baik pangkalan-pangkalan tersebut tidak diizinkan, dan tentu saja, penggunaan wilayah udara Spanyol juga tidak diizinkan untuk tindakan apa pun yang terkait dengan perang di Iran," tambahnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pedro Sanchez juga menyerukan penghentian konflik.
“Anda tidak dapat menanggapi satu tindakan ilegal dengan tindakan ilegal lainnya, karena itulah awal mula bencana besar umat manusia,” katanya.
Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan kepada Newsweek bahwa AS tidak membutuhkan bantuan dari Spanyol maupun pihak lain. Ia menyebut bahwa militer AS telah memenuhi bahkan melampaui target dalam Operasi Epic Fury.
Pada sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengkritik sikap Spanyol. Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, ia menyebut bahwa jika NATO hanya bertugas membela Eropa namun menolak kebutuhan AS, maka hal tersebut bukan pengaturan yang ideal.
2. Perancis
Perancis juga menjadi perhatian setelah dilaporkan menolak memberikan izin bagi pesawat militer AS yang membawa perlengkapan militer untuk melintasi wilayah udaranya menuju Israel.
Donald Trump mengkritik langkah tersebut melalui unggahannya di Truth Social pada Selasa (24/3/2026).
“Sangat tidak membantu,” tulis Trump.
Meski demikian, hingga kini pejabat Perancis belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Laporan Reuters mengungkap bahwa Perancis memang mencegah Israel menggunakan wilayah udaranya untuk pengiriman senjata dari AS dalam konteks konflik.
Penolakan tersebut disebut terjadi pada akhir pekan dan menjadi kasus pertama sejak konflik Iran dimulai, berdasarkan keterangan dua sumber dan seorang diplomat Barat.
3. Italia
Italia dilaporkan menolak permintaan izin pendaratan bagi pesawat pembom AS di pangkalan Sigonella yang terletak di Sisilia bagian timur. Informasi ini disampaikan oleh Corriere della Sera dan kantor berita ANSA.
Permohonan tersebut diajukan ketika pesawat masih dalam perjalanan, namun tidak mendapatkan persetujuan dari otoritas militer Italia.
Keputusan tersebut diambil oleh Menteri Pertahanan Guido Crosetto. Kendati demikian, langkah ini tidak berarti Italia sepenuhnya menutup wilayah udaranya bagi seluruh pesawat militer AS.
Juru bicara Pentagon menjelaskan bahwa Komando Eropa AS secara rutin menerima pesawat militer dan personel yang singgah sesuai dengan perjanjian yang berlaku dengan sekutu dan mitra, meskipun tidak merinci lebih lanjut dengan alasan keamanan operasional.
4. Swiss
Swiss juga mengambil sikap dengan menolak sebagian besar permintaan AS untuk menggunakan wilayah udaranya selama konflik Iran berlangsung. Keputusan ini didasarkan pada prinsip netralitas yang selama ini dipegang negara tersebut.
Menurut laporan Keystone-SDA yang dikutip oleh Swiss Into, terdapat 11 permohonan penggunaan wilayah udara yang diajukan AS dalam periode 5 hingga 23 Maret.
Dari total tersebut, hanya empat permohonan yang disetujui oleh Kantor Penerbangan Sipil Federal, sementara satu permohonan ditarik kembali.
Dinamika Global dan Implikasi Geopolitik
Penolakan akses ruang udara oleh sejumlah negara ini menunjukkan bahwa tidak semua sekutu AS memiliki pandangan yang sama dalam menyikapi konflik Iran. Setiap negara tampak mempertimbangkan kepentingan nasional, stabilitas kawasan, serta prinsip politik luar negeri masing-masing.
Langkah-langkah ini juga mencerminkan kompleksitas hubungan internasional, di mana dukungan terhadap sekutu tidak selalu berarti memberikan akses penuh dalam setiap situasi militer.
Fenomena penolakan akses ruang udara bagi pesawat militer AS oleh sejumlah negara Eropa menegaskan bahwa kebijakan luar negeri tidak selalu berjalan searah, bahkan di antara sekutu. Di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang, keputusan terkait ruang udara menjadi salah satu aspek strategis yang dapat memengaruhi arah konflik dan hubungan antarnegara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




