Viral Antar McD ke Trump, Kurir Ini Dituding Aktris Bayaran dan Intel
Rabu, 15 April 2026 | 21:50 WIB
Washington, Beritasatu.com – Seorang kurir DoorDash, Sharon Simmons, membantah tudingan bahwa dirinya adalah aktris bayaran setelah viral mengantarkan makanan cepat saji ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.
Simmons menegaskan bahwa dirinya hanyalah pekerja biasa yang menjalankan tugas sebagai pengantar makanan, bukan bagian dari rekayasa acara.
"Saya tidak berakting. Jika saya berakting, saya tidak akan terlihat setua itu. Saya bukan aktris bayaran. Hidup saya sama seperti orang lain," kata Simmons kepada Fox News pada Selasa (14/4/2026).
Perempuan yang memiliki 10 cucu itu menjelaskan, ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk mendampingi suaminya yang tengah berjuang melawan kanker.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (13/4/2026), ketika Simmons mengantarkan dua kantong makanan cepat saji McDonald’s ke Gedung Putih. Ia bahkan menyerahkan langsung pesanan tersebut di dekat Ruang Oval kepada Presiden Trump, yang kemudian memberikan tip sebesar 100 dolar AS.
Pengantaran itu berlangsung sehari sebelum batas waktu pelaporan pajak tahunan di AS pada Rabu (15/4/2026). Pemerintahan Trump sebelumnya menerapkan kebijakan “tanpa pajak tip” pada Juli 2025, yang memungkinkan pekerja seperti Simmons memperoleh penghasilan tambahan.
Simmons mengaku menerima lebih dari US$ 11.000 dalam pengembalian pajak berkat kebijakan tersebut.
Namun, aksi tersebut memicu spekulasi di media sosial. Sejumlah warganet meragukan identitasnya sebagai kurir DoorDash dan menudingnya sebagai bagian dari skenario politik.
Menanggapi hal itu, Simmons mengonfirmasi bahwa ia memang pernah memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS pada Juli 2025 terkait kebijakan pajak tip. Meski demikian, ia menegaskan tetap bekerja sebagai kurir.
"Saya tidak ingin terjebak dalam isu-isu yang memecah belah, karena bukan itu jati diri saya. Saya mencintai semua orang, terlepas dari pihak mana yang mereka dukung," ujarnya.
DoorDash juga membantah tudingan tersebut. Perusahaan menyatakan Simmons telah bekerja sejak 2022 dan menyelesaikan lebih dari 14.000 pesanan.
Kepala hubungan masyarakat DoorDash, Julian Crowley, menegaskan bahwa Simmons adalah pengemudi aktif dan keterlibatannya dalam acara tersebut bertujuan mendukung kebijakan yang berdampak langsung pada pekerja seperti dirinya.
"Tuduhan bahwa Sharon adalah mata-mata atau seorang aktris sama sekali salah dan tidak berdasar. Dia adalah pengemudi DoorDash," tulis Crowley.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Cegah Pasien PBI Ditolak RS, Pemerintah Siapkan SKB




