Investasi SPPG MBG Tembus Rp 54 Triliun untuk 27.000 Unit Dapur
Rabu, 15 April 2026 | 23:47 WIB
Bogor, Beritasatu.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat investasi masyarakat dalam pembangunan dapur program makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai Rp 54 triliun di seluruh Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan dana tersebut berasal dari partisipasi investor yang terlibat dalam pembangunan SPPG di berbagai daerah.
“Kurang lebih sudah Rp 54 triliun dana investor yang bergerak di sektor pembangunan SPPG,” ujar Dadan dilansir dari Antara, Rabu (15/4/2026).
Ia mengungkapkan hingga saat ini sekitar 27.000 unit SPPG telah beroperasi dari Sabang hingga Merauke. Seluruh fasilitas tersebut dibangun melalui kolaborasi antara masyarakat dan mitra.
Menurut Dadan, keterlibatan investor membuat pembangunan SPPG berjalan lebih cepat dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Pada 2025, BGN memiliki anggaran sekitar Rp 6 triliun, namun realisasi pembangunan baru mencapai 315 unit dan belum seluruhnya beroperasi.
Sebaliknya, dukungan investasi memungkinkan percepatan pembangunan dapur MBG secara luas di berbagai wilayah.
Ia menjelaskan, dalam tahap pembangunan, satu unit SPPG mampu menyerap sekitar 15 hingga 20 tenaga kerja lokal serta mendorong perputaran ekonomi di daerah melalui penggunaan material setempat.
Setelah beroperasi, setiap SPPG mengelola anggaran sekitar Rp 1 miliar per bulan. Sebanyak 70% dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, sekitar 20% dialokasikan untuk operasional, termasuk pembayaran upah bagi 47 relawan lokal dengan kisaran pendapatan Rp 2,4 juta hingga Rp 3,2 juta per orang, serta 10% untuk pengembalian investasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




