Soroti Program MBG, Aliansi Mahasiswa Untika Demo di DPRD Banggai
Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:56 WIB
Luwuk, Beritasatu.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Juni Melawan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk menggelar aksi unjuk rasa damai di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (19/6/2026). Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian hingga berakhir di Kantor DPRD Banggai.
Demonstrasi diawali dari halaman Kampus Untika Luwuk, kemudian bergerak menuju Tugu Adipura dan berakhir di kompleks DPRD Kabupaten Banggai. Sepanjang aksi, para mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi terkait isu nasional maupun kebijakan daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari evaluasi program makan bergizi gratis (MBG), proyek Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), aktivitas Tambang Mumpe, transparansi APBD Banggai 2026, hingga isu ketenagakerjaan yang berkembang di daerah tersebut.
Para peserta aksi menilai berbagai kebijakan strategis, baik di tingkat pusat maupun daerah, perlu diawasi secara kritis agar pelaksanaannya berjalan sesuai kepentingan masyarakat. Karena itu, mereka meminta DPRD Banggai mengawal berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Selain menyoroti pelaksanaan program makan bergizi gratis dan proyek Kopdes Merah Putih, mahasiswa juga meminta adanya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran daerah. Transparansi APBD Banggai tahun anggaran 2026 menjadi salah satu tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Isu ketenagakerjaan dan aktivitas pertambangan juga menjadi sorotan. Mahasiswa berharap pemerintah daerah dan DPRD Banggai dapat memberikan perhatian terhadap dampak sosial maupun ekonomi yang muncul dari berbagai aktivitas pembangunan di wilayah tersebut.
Untuk memastikan aksi berjalan aman dan kondusif, Polres Banggai mengerahkan puluhan personel gabungan bersama anggota Polsek Luwuk. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Banggai, Kompol Zulkifli, yang menegaskan kepolisian hadir untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasinya. Komitmen kami adalah memastikan setiap penyampaian pendapat di muka umum berjalan tertib dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," ujar Kompol Zulkifli di lokasi.
Polisi juga melakukan pengawalan terhadap massa sejak lokasi keberangkatan hingga proses dialog dengan DPRD Banggai berlangsung.
Di Kantor DPRD Banggai, perwakilan mahasiswa diterima untuk berdialog dengan pimpinan dan anggota dewan. Dalam pertemuan tersebut, DPRD menyatakan kesediaannya untuk menampung dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Dialog berlangsung dalam suasana kondusif dan menjadi ruang komunikasi antara mahasiswa dengan wakil rakyat terkait sejumlah isu yang berkembang di Kabupaten Banggai maupun tingkat nasional.
Setelah proses mediasi dan penyampaian aspirasi selesai, massa aksi membubarkan diri secara tertib pada pukul 15.45 Wita.
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Juni Melawan ini berlangsung tanpa insiden maupun gesekan antara demonstran dan aparat keamanan. Situasi tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara mahasiswa, DPRD, dan kepolisian dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat serta stabilitas keamanan di Kabupaten Banggai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




