Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Tahap II Bisa Dilakukan Pekan Ini
Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan pembicaraan dengan Iran berpotensi kembali dilanjutkan dalam waktu dekat, meskipun situasi di lapangan masih memanas akibat blokade militer AS terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Pernyataan Trump tersebut muncul setelah negosiasi tingkat tinggi antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan tersebut mendorong AS mengambil langkah tegas dengan memperketat tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran.
"Anda sebaiknya tetap di sana (Islamabad). Sungguh, karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," kata Trump seperti dikutip dalam sebuah wawancara dengan New York Post, Rabu (15/4/2026).
Blokade AS di Iran Makin Ketat
Pada sisi lain, militer AS melalui Komando Pusat (Centcom) memastikan bahwa tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade dalam 24 jam pertama sejak operasi diberlakukan. Blokade ini mencakup pelabuhan utama Iran serta jalur strategis di wilayah pesisirnya.
Langkah ini secara efektif memutus jalur ekonomi penting Iran, terutama yang berkaitan dengan ekspor minyak dan perdagangan internasional. Lebih dari selusin kapal perang AS bersama sekitar 10.000 personel militer dikerahkan untuk memperkuat operasi tersebut.
Blokade ini juga menyasar Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi salah satu rute distribusi minyak dan gas paling penting di dunia. Iran sebelumnya telah menutup akses di wilayah tersebut setelah serangan udara oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Pemerintah AS menegaskan langkah ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran, khususnya terkait dua sumber pendapatan utama negara itu, yakni ekspor minyak dan pungutan bea dari kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Centcom menyatakan setidaknya enam kapal dagang telah mematuhi arahan pasukan AS untuk berbalik arah dalam 24 jam pertama penerapan blokade.
Namun, data pelacakan kapal yang dianalisis oleh BBC Verify menunjukkan dinamika berbeda di lapangan. Setidaknya empat kapal yang terkait dengan Iran tetap melintasi Selat Hormuz meskipun blokade berlangsung. Selain itu, tiga kapal lain yang tidak terkait dengan Iran juga terpantau melintas setelah operasi dimulai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




