Kempupera Dorong Pembangunan Hunian Tetap di Palu

Kempupera Dorong Pembangunan Hunian Tetap di Palu
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mendorong pembangunan hunian tetap (Huntap) di Palu. (Foto: Dok. Kempupera)
Imam Muzakir / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 20:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) terus mendorong progres pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk masyarakat korban bencana alam di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Baca Juga: Aktivitas Sewa Ruang Perkantoran Masih Berjalan

Sejak dilaksanakan pembangunannya pada Januari 2020 lalu, saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 70 persen dan diharapkan bisa selesai dan dihuni oleh masyarakat pada akhir tahun.

"Kami akan terus mendorong pembangunan huntap di Palu agar bisa selesai tepat waktu. Huntap ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi korban bencana alam sehingga mereka bisa tinggal di hunian yang layak huni,” ujar Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan Kempupera, Johny FS Subrata, dalam siaran pers, Rabu (8/7/2020).

Johny menekankan kepada para pekerja di lapangan untuk tetap bersemangat bekerja. Selain itu, dirinya juga meminta SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperhatikan empat hal guna percepatan pembangunan yaitu, tenaga kerja, kualitas, kematangan lahan, dan ketepatan waktu.

Baca Juga: Meikarta Pecahkan Rekor MURI

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, Suko Wiyono menerangkan, saat ini Direktorat Jenderal Perumahan Kempupera melalui Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah sedang melaksanakan pembangunan huntap di dua lokasi yang berbeda. Lokasi pertama berada di Kelurahan Duyu sebanyak jumlah 230 unit dan di Pombewe sebanyak 400 unit.

"Progres pembangunan huntap di Duyu sudah mencapai 70,47 persen. Sedangkan pembangunan huntap di Pombewe sekitar 52,48 persen. Jika ditotal maka dari target pembangunan huntap yang akan dibangun 630 unit progres pembangunannya mencapai 59 persen,” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com