ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Proyeksi Inflasi Hingga Akhir Tahun Tetap Terkendali

Kamis, 8 November 2012 | 14:38 WIB
MM
B
Penulis: Moh. Said Mashur | Editor: B1
Ilustrasi Rupiah. FOTO: EPA
Ilustrasi Rupiah. FOTO: EPA
Terkendalinya inflasi inti dipengaruhi turunnya imported inflation sejalan penurunan harga komoditas pangan dan energi global, relatif terjaganya stabilitas rupiah.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, inflasi hingga akhir tahun tetap terkendali berada di sekitar titik tengah kisaran sasaran inflasi 2012 sebesar 4,5 persen ± 1 persen.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Oktober 2012 tercatat 0,16 persen (mounth to mounth) sehingga secara tahunan sebesar 4,61% (yoy).

"Dewan Gubernur menyatakan, inflasi inti masih terkendali, meskipun sedikit meningkat menjadi 4,59 persen (yoy), terutama didorong kenaikan sewa dan kontrak rumah," kata Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo dalam keteranganya seperti dikutip .

Secara fundamental, kata Dody, BI menilai terkendalinya inflasi inti dipengaruhi turunnya imported inflation sejalan penurunan harga komoditas pangan dan energi global, relatif terjaganya stabilitas rupiah, stabilnya ekspektasi inflasi, serta respons sisi penawaran yang memadai.

Sementara itu, perkembangan harga bahan pangan (volatile food) didorong koreksi harga komoditas pangan seiring meningkatnya pasokan. Di sisi lain, inflasi administered prices juga terjaga pada level yang rendah seiring tidak adanya kebijakan pemerintah di bidang harga barang dan jasa yang bersifat strategis.

Menurut Dody, BI juga menilai stabilitas sistem keuangan dan fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan baik. Kinerja industri perbankan yang solid tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8 persen dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5 persen.

Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga akhir September 2012 mencapai 22,9 persen (yoy), melambat dari 23,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Perlambatan terutama pada kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 21,9 persen (yoy) sementara kredit konsumsi tumbuh relatif stabil sebesar 19,6 persen (yoy).

"Namun, kredit investasi tumbuh tinggi sebesar 30,4 persen (yoy), dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian nasional," kata Dody.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon