ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BoJ Tingkatkan Proyeksi Inflasi, Kebijakan Dipertahankan

Rabu, 19 Januari 2022 | 05:30 WIB
GS
WP
Penulis: Grace Eldora Sinaga | Editor: WBP
Ilustrasi Bank of Japan.
Ilustrasi Bank of Japan. (Huffington Post)

Tokyo, Beritasatu.com- Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) merevisi prakiraan inflasi pada Selasa (18/1/2022) dan menyesuaikan pandangannya tentang risiko harga. Di saat yang sama, BoJ tidak melakukan perubahan pada kebijakan pelonggaran moneter terkait ketidakpastian pandemi.

Ketika harga-harga naik dengan cepat di negara lain, inflasi Jepang tetap rendah dan masih jauh di bawah target 2% yang lama dipertahankan. Banyak pihak menilai perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

Baca Juga: Obligasi AS Naik ke Level Tertinggi, Bursa Eropa Melemah

Dalam laporan triwulanan indeks harga dan ekonomi, bank sentral mengatakan pihaknya memperkirakan inflasi 1,1% untuk tahun fiskal hingga Maret 2023. Angka ini naik dari perkiraan 0,9% hingga Maret 2022.

ADVERTISEMENT

BoJ juga merevisi perkiraan inflasi untuk tahun fiskal hingga Maret 2024 menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,0%, membuat proyeksi untuk tahun ini relatif tidak berubah. "Tingkat proyeksi kenaikan indeks harga konsumen (consumer price index/CPI ) untuk tahun fiskal 2022 agak lebih tinggi, terutama mencerminkan kenaikan harga komoditas dan meneruskan kenaikan itu ke harga konsumen," kata pernyataan resmi bank sentral, Senin (17/1/2022).

Pihaknya menyatakan risiko terhadap harga-harga secara umum masih seimbang. Namun, penyesuaian penilaian risiko yang pernah dilakukan sekarang dinilai condong ke bawah. Ini yang membuat bank sentral menurunkan proyeksinya.

Baca Juga: Inflasi AS Dinilai Sudah Terlalu Tinggi

BoJ merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal saat ini menjadi 2,8% dari sebelumnya 3,4%.

Bank sentral juga tersebut merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2023 menjadi 3,8% dari sebelumnya 2,9%. Kenaikan ini didasarkan pada pertimbangan dorongan paket stimulus ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintah Jepang. "Risiko terhadap aktivitas ekonomi cenderung ke bawah untuk sementara waktu, terutama karena dampak Covid-19," tambahnya.

Pihaknya mempertahankan target inflasi 2%, meskipun belum mencapai level ini dalam waktu yang lama, terlepas dari upaya bertahun-tahun dan dengan lonjakan harga-harga secara global.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon