ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Senin, 4 Mei 2026 | 11:58 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono. (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan (month to month/mtm), melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,41%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, inflasi tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April 2026.

“Pada April 2026 inflasi sebesar 0,13% secara bulanan atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026. Secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 1,06%,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi tercatat sebesar 1,06%, mencerminkan tekanan harga yang masih relatif terkendali.

BPS mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi pada April. Kelompok ini mengalami kenaikan sebesar 0,99% dengan kontribusi 0,12% terhadap inflasi umum.

Tekanan utama berasal dari kenaikan tarif angkutan udara serta harga bahan bakar minyak (BBM).

“Komoditas dominan mendorong inflasi tarif angkutan udara andil 0,11% serta bensin andil inflasi 0,02%,” kata Ateng.

Selain sektor transportasi, sejumlah komoditas pangan juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi. Minyak goreng menyumbang inflasi sebesar 0,05%, diikuti tomat 0,03%, serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02%.

Namun demikian, laju inflasi tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga. Daging ayam ras mencatat deflasi dengan andil 0,11%, disusul emas perhiasan 0,09%, cabai rawit 0,06%, dan telur ayam ras 0,04%.

“Selain itu terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi di April 2026 yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11%, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09%, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing 0,06% dan 0,04%,” jelasnya.

Jika dilihat berdasarkan komponen, inflasi April terutama didorong oleh komponen inti yang meningkat 0,23% dengan kontribusi 0,15%.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi sebesar 0,69%. Di sisi lain, komponen harga bergejolak (volatile food) justru mencatat deflasi sebesar 0,88%, membantu meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

LPEM UI Prediksi BI Rate Ditahan 5,5 Persen pada RDG Juni 2026

LPEM UI Prediksi BI Rate Ditahan 5,5 Persen pada RDG Juni 2026

EKONOMI
Pertamax Naik 32 Persen, DPR Janji Kawal Daya Beli Masyarakat

Pertamax Naik 32 Persen, DPR Janji Kawal Daya Beli Masyarakat

NASIONAL
Purbaya Yakin Kenaikan Harga Pertamax Tak Picu Inflasi

Purbaya Yakin Kenaikan Harga Pertamax Tak Picu Inflasi

EKONOMI
Inflasi Mei 2026 Capai 3,08 Persen secara Tahunan

Inflasi Mei 2026 Capai 3,08 Persen secara Tahunan

EKONOMI
BI Pastikan Kenaikan Suku Bunga Tetap Jaga Pertumbuhan Ekonomi

BI Pastikan Kenaikan Suku Bunga Tetap Jaga Pertumbuhan Ekonomi

EKONOMI
Rupiah Anjlok, Pemerintah Tegaskan Ekonomi RI 2026 Tak seperti 1998

Rupiah Anjlok, Pemerintah Tegaskan Ekonomi RI 2026 Tak seperti 1998

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon