Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi
Selasa, 5 Mei 2026 | 05:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan inflasi Indonesia pada April 2026 sebesar 2,42% secara tahunan (year on year/yoy) tetap terjaga seiring kebijakan pemerintah menahan sebagian harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan harga energi global.
“Inflasi bagus kan hari ini? Itu kan seperti saya bilang sebelumnya, yang sebelumnya tinggi karena ada faktor subsidi. Begitu hilang kan kembali ke 2,4%,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2026 sebesar 2,42% secara tahunan (yoy), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,95%. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi tercatat 0,13%, sementara inflasi tahun kalender (year to date/ytd) mencapai 2,06%. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April 2026.
Ia menegaskan, stabilitas inflasi saat ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam mengelola harga energi. Pemerintah memilih menyerap sebagian kenaikan harga minyak dunia agar tidak langsung membebani masyarakat dan menjaga daya beli tetap terjaga.
“Tapi, kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, dan daya beli akan tergerus, efek minyak akan menambah secara signifikan. Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM,” tegasnya.
Menurut Purbaya, kebijakan menahan energi tersebut telah melalui berbagai perhitungan yang komprehensif dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap inflasi, konsumsi rumah tangga, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menilai stabilitas harga lebih penting untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.
“Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus, kita subsidi atau kita ambil subsidinya. Uangnya banyak, saya belanjain, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan,” ujarnya.
Ia juga menilai realisasi inflasinya lebih rendah dari sejumlah proyeksi-proyeksi yang diperkirakan para ekonom sebelumnya yang memperkirakan inflasi akan berada di kisaran 3% hingga 4%.
“Nah, sekarang Anda kritik tuh ekonom-ekonom yang bilang tiga, empat tidak terkendali. Kemudian santai kan,” tegas Purbaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




