ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Subsidi Energi Ditambah, Erick Sebut Tarif Tidak Naik

Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:24 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Menteri BUMN Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut baik dukungan DPR terhadap usulan pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait subsidi energi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pernyataan ini menyusul persetujuan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI terhadap usulan pemerintah terkait penambahan subsidi energi pada APBN 2022 dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan pada Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Harga Energi Meroket, Pendapatan Negara Naik Jadi Rp 2.266 T

"Persetujuan DPR memastikan bahwa BBM, LPG dan listrik yang disubsidi tidak naik. Ini bukti negara hadir dan terus berupaya keras, karena tidak ingin membebani rakyat di tengah persoalan pangan dan energi global," kata Erick menuturkan, saat kunjungan kerja di Medan Jumat (20/5/2022).

ADVERTISEMENT

Erick mengatakan Kementerian BUMN bersama Pertamina dan PLN akan fokus dalam menjaga ketersediaan energi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Pemerintah dan DPR sebelumnya sepakat soal tambahan anggaran untuk subsidi energi dan kompensasi ke Banggar DPR. Adapun tambahan anggaran subsidi energi yang diusulkan Sri Mulyani sebesar Rp 74,9 triliun. Perinciannya, Rp 71,8 triliun untuk subsidi BBM dan LPG serta Rp 3,1 triliun untuk subsidi listrik tahun ini

Baca Juga: Minyak Mentah Melonjak, Menkeu Usul Subsidi Energi Ditambah Rp 74,9 T

Untuk kompensasi BBM dan LPG diperhitungkan mencapai Rp 324,5 triliun. Angka ini terdiri dari tambahan kompensasi 2022 sebesar Rp 216,1 triliun, yang terdiri dari kompensasi BBM sebesar Rp 194,7 triliun dan kompensasi listrik senilai Rp21,4 triliun.

Di sisi lain, masih ada kurang bayar kompensasi tahun 2021 senilai Rp 108,4 triliun yang meliputi kompensasi BBM Rp 83,8 triliun dan kompensasi listrik Rp 24,6 triliun. "Dengan demikian secara keseluruhan total tambahan kebutuhan kompensasi dan subsidi energi tahun 2022 adalah Rp 324,5 triliun," kata Sri Mulyani.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Minyak Bergejolak, Bahlil Pastikan APBN Kuat Jaga BBM

Harga Minyak Bergejolak, Bahlil Pastikan APBN Kuat Jaga BBM

EKONOMI
Pengendalian Inflasi Bakal Bergantung pada Subsidi Energi

Pengendalian Inflasi Bakal Bergantung pada Subsidi Energi

EKONOMI
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Cadangan Lebih dari 30 Hari

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Cadangan Lebih dari 30 Hari

EKONOMI
Lonjakan Harga Minyak Dunia Uji Ketahanan APBN dan Ekonomi RI

Lonjakan Harga Minyak Dunia Uji Ketahanan APBN dan Ekonomi RI

EKONOMI
Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran jika Harga Minyak Tinggi

Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran jika Harga Minyak Tinggi

EKONOMI
Harga Minyak di Atas US$ 100 Per Barel Berpotensi Tekan APBN 2026

Harga Minyak di Atas US$ 100 Per Barel Berpotensi Tekan APBN 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT