Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Cadangan Lebih dari 30 Hari
Kamis, 12 Maret 2026 | 19:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meski dinamika geopolitik di Timur Tengah masih memanas dan berpotensi memengaruhi distribusi serta harga minyak global.
Di saat yang sama, pemerintah juga memberi sinyal akan melakukan pembahasan lanjutan terkait kebijakan BBM subsidi pada kuartal II 2026 jika gejolak harga minyak dunia masih berlanjut.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan secara keseluruhan cadangan BBM nasional saat ini masih berada dalam kondisi memadai.
Menurutnya, cadangan BBM yang dimiliki saat ini berkisar antara 23 hingga 25 hari. Namun jika dihitung secara keseluruhan dalam ekosistem distribusi energi nasional, cadangan BBM disebut berada di atas 30 hari.
“Walaupun cadangan kita sekitar 23 sampai 25 hari, secara ekosistem itu lebih dari 30 hari. Ini merupakan bagian dari upaya kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Yuliot di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama para pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan terhadap berbagai jenis BBM yang beredar di dalam negeri, baik BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah BBM jenis RON 90 atau Pertalite yang merupakan bahan bakar subsidi dan paling banyak digunakan masyarakat.
Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga berakhirnya kuartal pertama 2026.
Meski demikian, pemerintah membuka kemungkinan evaluasi kebijakan pada kuartal berikutnya.
Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta kemampuan anggaran negara dalam menanggung subsidi dan kompensasi energi.
Pembahasan terkait penyesuaian kebijakan BBM subsidi, khususnya Pertalite, rencananya akan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait pada kuartal II 2026.
“Nanti kita akan evaluasi terkait perkembangan harga minyak dunia dan juga bagaimana alokasi terhadap subsidi dan kompensasi yang kita siapkan,” pungkas Yuliot.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




