ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lepas Jas hingga Bebas Tilang, Ini Kebijakan Unik ASEAN Tekan Krisis

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:15 WIB
PR
SL
Penulis: Putri Huliyah Rahmah | Editor: LES
Ilustrasi ASEAN
Ilustrasi ASEAN (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Konflik bersenjata yang melibatkan Iran telah mengubah peta ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara secara drastis. Studi terbaru Lembaga Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA) mengungkap fakta mengejutkan bahwa mayoritas negara ASEAN kini hanya memiliki cadangan minyak dan LNG untuk 20 hingga 50 hari ke depan.

Krisis ini diperparah dengan penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026, yang merupakan jalur distribusi bagi 20 persen pasokan minyak dunia. Akibatnya, stabilitas energi di kawasan Asia, yang menyerap 90 persen aliran migas dari jalur tersebut, kini berada di titik nadir.

Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah di berbagai negara Asia Tenggara mulai menerapkan kebijakan ekstrem untuk menekan konsumsi energi. Langkah-langkah seperti bekerja dari rumah (WFH), pemotongan jam kerja, hingga penutupan universitas lebih awal mulai diberlakukan secara masif.

ADVERTISEMENT

Indonesia Kaji Opsi WFH

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah serius mengkaji penerapan WFH sebagai instrumen penghematan energi nasional. Kebijakan ini dinilai efektif mengurangi konsumsi BBM di sektor transportasi dalam waktu singkat.

"Opsi kerja jarak jauh sedang dipertimbangkan untuk mengurangi tekanan terhadap konsumsi energi nasional di tengah risiko gangguan pasokan global," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangannya di Jakarta.

Filipina dan Thailand Masuk Mode Darurat

Filipina menjadi salah satu negara terdampak paling parah. Manila melaporkan telah mengimpor minyak mentah dari Rusia untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir demi menjaga stok nasional. Selain mendorong WFH, pemerintah setempat juga memberikan bantuan tunai bagi warga yang terdampak lonjakan harga pangan dan bahan bakar.

Sementara itu, Thailand mengambil langkah unik dengan kampanye "lepas jas" bagi pejabat dan pembawa berita untuk menghemat penggunaan pendingin ruangan (AC). PM Anutin Charnvirakul juga telah memerintahkan pegawai negeri bekerja dari rumah sejak 10 Maret 2026, kecuali untuk pelayanan publik langsung.

Kebijakan Tak Biasa Kamboja

Di Vietnam, harga bensin dilaporkan meroket hingga 32 persen, sementara harga minyak tanah melonjak drastis sebesar 80 persen. Kondisi ini memaksa pemerintah Vietnam untuk menjajaki kerja sama energi nuklir dan gas dengan Rusia guna menyelamatkan sektor manufaktur.

Di sisi lain, Kamboja mengambil kebijakan yang tidak biasa dengan menghentikan sementara pemberlakuan denda lalu lintas untuk menekan pengeluaran biaya warganya. Langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah kelangkaan stok BBM, di mana hampir 2.000 SPBU di Kamboja terpaksa tutup karena kehabisan pasokan.

Krisis serupa juga menghantam Laos dan Myanmar. Keduanya berjuang melawan pemadaman listrik massal dan keterbatasan kapasitas ekonomi domestik untuk melakukan subsidi energi di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian memanas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Makin Waspada, KTT ASEAN Soroti Guncangan Ekonomi Imbas Perang AS-Iran

Makin Waspada, KTT ASEAN Soroti Guncangan Ekonomi Imbas Perang AS-Iran

INTERNASIONAL
S&P Peringatkan RI Soal Dampak Krisis Energi, Ini Hal yang Disorot

S&P Peringatkan RI Soal Dampak Krisis Energi, Ini Hal yang Disorot

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon