DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Minggu, 8 Maret 2026 | 14:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tidak khawatir ataupun melakukan pembelian secara berlebihan.
Anggota DEN M Kholid Syeirazi mengatakan pasokan BBM saat ini tetap terjaga karena PT Pertamina (Persero) terus melakukan stabilisasi stok melalui mekanisme distribusi yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan cadangan sekitar 20-23 hari yang sering disebut bukan berarti BBM akan habis setelah periode tersebut. Cadangan tersebut merupakan cadangan operasional yang bersifat sirkuler dan terus diperbarui.
“Untuk itu masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru akan berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, dalam sistem ketahanan energi terdapat tiga jenis cadangan, yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional.
Cadangan operasional merupakan stok yang disediakan oleh badan usaha, dalam hal ini Pertamina, untuk menjaga kelancaran distribusi energi. Stok ini bersifat dinamis karena akan terus diisi kembali melalui pasokan dari produksi domestik maupun impor.
Sementara itu, cadangan penyangga energi bersifat mandatori dan harus disediakan oleh pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 tentang cadangan penyangga energi (CPE).
Kholid menegaskan ketersediaan BBM nasional saat ini dipastikan mencukupi, termasuk menjelang Idulfitri. Cadangan Pertalite bahkan mencapai sekitar 28 hari, sementara Pertamax sekitar 29 hari. Pasokan avtur juga disebut dalam kondisi aman.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik. Stok sekitar 20 hari itu sifatnya sirkuler. Ketika ada barang keluar, akan ada pasokan yang masuk kembali,” kata dia.
Selain itu, menurut Kholid, Pertamina juga terus memproduksi minyak melalui kegiatan pengeboran, eksplorasi, serta upaya penambahan cadangan energi nasional.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan cadangan sekitar 20 hari yang dimaksud pada dasarnya merupakan inventory operasional yang tersimpan di fasilitas penyimpanan.
Menurutnya, stok tersebut akan terus diperbarui seiring distribusi BBM ke masyarakat.
“Kalau hari ini dijual, Pertamina tentu akan mendatangkan pasokan yang sama bahkan lebih, karena bisnis mereka harus terus berjalan,” ujarnya.
Komaidi juga menilai cadangan operasional BBM Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain. Ia mencontohkan Vietnam memiliki cadangan operasional sekitar 15 hari, sementara Laos hanya sekitar 10 hari.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM, terutama menjelang masa Ramadan dan Idulfitri.
“Pertamina tentu sudah mempersiapkan distribusi dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri. Saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman,” kata Komaidi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




