ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Rate Tetap di 3,5% Dinilai Langkah Tepat

Kamis, 21 Juli 2022 | 16:02 WIB
LO
FB
Penulis: Lona Olavia | Editor: FMB
Ilustrasi Bank Indonesia.
Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Kamis (21/7/2022) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau BI Rate tetap 3,5% dengan Lending dan Deposit Facility yang juga tetap dipertahankan dinilai merupakan langkah yang tepat.

"Keputusan BI itu langkah yang tepat, dalam hal ini tepat waktu, tepat sasaran dan tepat dosis atau takaran," kata Ekonom dan Co-Founder sekaligus Dewan Pakar Institute of Social, Economics and Digital (ISED) Ryan Kiryanto, Kamis (21/7/2022).

Dengan mengacu kepada tujuan menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi sesuai jangkar BI, ditambah untuk menjaga momentum pertumbuhan, maka keputusan BI merupakan hal yang tepat.

Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 3,5%

ADVERTISEMENT

"Stance kebijakan moneter BI masih dovish atau pro-growth. Sebuah kebijakan yang cermat dan terukur di tengah tekanan eksternal yg kuat karena dampak perang di Ukraina, disrupsi rantai pasokan global, global stagflation, dan lonjakan inflasi dunia sedang membayangi perekonomian Indonesia. Namun, dengan volatilitas rupiah yang datar, inflasi inti yang masih dalam jangkar BI, cadangan devisa yang kuat dan surplus neraca dagang secara konsisten didukung harga komoditas ekspor yang tinggi, juga menjadi pertimbangan BI untuk tidak mengubah orientasi atau stance kebijakan moneternya yang dovish," jelas Ryan.

Di saat yang sama, kata Ryan, stance kebijakan bank-bank sentral negara lain (AS, Korsel, Eropa, Inggris, Australia, Kanada) condong hawkish atau ketat di mana suku bunga acuan dinaikkan mengikuti inflasinya karena semangat pro-stabilitas.

"Keputusan RDG BI tersebut sebenarnya juga sudah sesuai ekspektasi mayoritas ekonom sehingga tidak terlalu mengejutkan. Pernyataan BI yang akan selalu memantau perkembangan pasar dan perekonomian global dan domestik memberikan garansi bahwa bank sentral selalu ada di pasar dan kebijakannya ahead the curve (antisipatif dan preemptive) dan ini meningkatkan kepercayaan pasar," tegas Ryan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 39 Poin Dihantam Banyak Sentimen

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 39 Poin Dihantam Banyak Sentimen

EKONOMI
Cegah Pelemahan Rupiah, BI Tahan Suku Bunga pada 4,75 Persen

Cegah Pelemahan Rupiah, BI Tahan Suku Bunga pada 4,75 Persen

EKONOMI
BI Disarankan Tahan Suku Bunga 4,75 Persen demi Jaga Rupiah

BI Disarankan Tahan Suku Bunga 4,75 Persen demi Jaga Rupiah

EKONOMI
BI Borong SBN Rp 90,05 Triliun untuk Stabilkan Rupiah pada 2026

BI Borong SBN Rp 90,05 Triliun untuk Stabilkan Rupiah pada 2026

EKONOMI
BI Pastikan Belum Akan Turunkan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global

BI Pastikan Belum Akan Turunkan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global

EKONOMI
Inflasi Mengintai, BI Disarankan Tahan Suku Bunga

Inflasi Mengintai, BI Disarankan Tahan Suku Bunga

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon