ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kelompok Bersenjata Serang Tempat Ibadah di Dagestan Rusia, Polisi dan Pendeta Tewas

Senin, 24 Juni 2024 | 11:08 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Foto diambil dari video yang dirilis Golos Dagestana menunjukkan asap mengepul pascaserangan di Makhachkala, republik Dagestan, Rusia, Minggu, 23 Juni 2024.
Foto diambil dari video yang dirilis Golos Dagestana menunjukkan asap mengepul pascaserangan di Makhachkala, republik Dagestan, Rusia, Minggu, 23 Juni 2024. (AP/AP)

Moskwa, Beritasatu.com - Sekelompok orang bersenjata menyerang gereja dan sinagoge di wilayah Dagestan, Kaukasus Utara, Rusia. pada Minggu (23/6/2024). Aksi mereka menewaskan sedikitnya delapan polisi dan petugas garda nasional serta seorang pendeta.

Kelompok bersenjata tak dikenal itu melancarkan serangan serentak di kota terbesar di Dagestan, Makhachkala, dan di kota pesisir Derbent.

Komite Investigasi Rusia mengatakan, pihaknya telah membuka penyelidikan kriminal atas aksi teror di Dagestan, wilayah berpenduduk mayoritas muslim di Rusia yang bertetangga dengan Chechnya.

ADVERTISEMENT

Pemimpin Dagestan, Sergei Melikov mengatakan di Telegram, wilayahnya diserang orang-orang tak dikenal. "Mereka melakukan upaya untuk mengacaukan situasi di masyarakat," tulisnya.

“Kami tahu siapa yang berada di balik serangan teroris ini dan tujuan apa yang mereka kejar,” ujarnya kemudian, tanpa menyebutkan secara spesifik.

Namun pernyataannya ini merujuk pada perang di Ukraina. “Kita harus memahami bahwa perang juga datang ke rumah kita. Kita merasakannya, tetapi hari ini kita menghadapinya,” katanya.

Melikov juga mengatakan, sebanyak enam orang pengacau telah dilikuidasi. Ia tak memerinci pernyataan likuidasi tersebut.

Namun pejabat Rusia mengatakan, polisi telah membunuh empat pria bersenjata di Makhachkala dan dua di Derbent.

Selain itu pihak berwenang kini melakukan operasi untuk menemukan semua anggota kelompok pengacau, yang disebut sebagai sel tidur. “Semua anggota sel tidur sedang mempersiapkan (serangan) dan bersiap, termasuk di luar negeri," tambah Melikov.

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia Patriark Kirill yang merupakan pendukung Kremlin mengatakan, musuh tengah berusaha menghancurkan perdamaian antaragama di Rusia. Namun, ia tak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab.

Komite Antiterorisme Rusia mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, serangan itu telah menargetkan dua gereja Ortodoks, sebuah sinagogae dan sebuah pos pemeriksaan polisi,

“Akibat serangan teroris, menurut informasi awal, seorang pendeta dari Gereja Ortodoks Rusia dan petugas polisi tewas," ujar badan tersebut.

Gereja Ortodoks Rusia mengatakan Imam Besar Nikolai Kotelnikov telah dibunuh secara brutal di Derbent.

Juru bicara pemerintah wilayah Dagestan, Gayana Gariyeva mengatakan sebanyak enam petugas tewas dan 12 luka-luka dalam serangan itu. Salah satu korban adalah kepala  polisi yang kantornya diserang.

Sementara itu Garda Nasional Rusia mengatakan salah satu anggotanya tewas di Derbent dan beberapa lainnya terluka.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT