Kekuatan Militer Iran vs Israel: Siapa yang Unggul di Medan Perang?
Sabtu, 14 Juni 2025 | 10:21 WIB
Taipei, Beritasatu.com — Ketegangan antara Israel dan Iran kian memuncak setelah aksi saling serang yang terjadi pada Jumat (13/6/2025). Serangan udara Israel disusul dengan balasan dari Teheran pada malam harinya.
Situasi ini semakin mendekatkan dua musuh lama di Timur Tengah itu ke ambang perang besar-besaran, yang berpotensi menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik, setidaknya dalam kapasitas tertentu.
Iran memiliki kekuatan militer yang besar di atas kertas, dengan jumlah penduduk sekitar 88 juta dan wilayah seluas 1,6 juta km persegi. Sementara itu, Israel hanya memiliki sekitar 9 juta penduduk dan luas wilayah sekitar 22.000 km persegi.
Namun dalam hal kekuatan militer dan efektivitas tempur, angka populasi tidak berbanding lurus dengan kekuatan nyata.
Iran mengandalkan dua kekuatan utama, yakni angkatan bersenjata reguler untuk operasi konvensional dan Garda Revolusi yang mencakup Pasukan Quds elite, unit rudal strategis, dan pasukan siber.
Total militer aktif Iran diperkirakan mencapai 600.000 orang dengan tambahan 200.000 pasukan Garda Revolusi. Namun, banyak di antaranya telah mengalami degradasi signifikan akibat operasi militer Israel dan AS dalam setahun terakhir.
Di sisi lain, Israel memiliki angkatan bersenjata yang lebih modern dan tertempa konflik. Sekitar 170.000 tentara aktif dan 400.000 pasukan cadangan siap digerakkan kapan saja. Israel juga didukung oleh teknologi canggih dari Amerika Serikat dan Eropa, serta industri pertahanan domestik yang sangat maju.
Iran mengoperasikan arsenal militer campuran yang mencakup peralatan era Soviet dan Amerika sebelum Revolusi 1979, ditambah pembelian terbatas dari Rusia. Angkatan udaranya memiliki sekitar 350 pesawat tua, jauh tertinggal dari segi kuantitas dan kualitas dibandingkan Israel.
Namun Iran menonjol dalam pengembangan UAV dan drone tempur, seperti Shahed, yang telah dipasok ke Rusia untuk digunakan di Ukraina. Selain itu, Iran memiliki kemampuan siber dan jaringan proksi bersenjata di berbagai negara Timur Tengah.

Iran juga diduga telah memperkaya uranium hingga mendekati tingkat senjata, yang memungkinkan pengembangan senjata nuklir dalam hitungan bulan jika diputuskan. Namun, Israel secara aktif menyerang fasilitas nuklir dan rudal balistik Iran untuk menghambat kemajuan tersebut.
Israel memiliki sistem pertahanan rudal berlapis seperti Iron Dome, David's Sling, dan Arrow, yang didesain untuk menangkis berbagai ancaman dari rudal balistik hingga roket jarak pendek. Sistem ini terbukti efektif, misalnya saat serangan rudal besar-besaran Iran pada Oktober 2024 yang hanya menyebabkan kerusakan terbatas.
Israel juga diyakini sebagai satu-satunya negara dengan senjata nuklir di Timur Tengah, meski tidak pernah secara resmi mengakuinya. Ditambah lagi, Israel memiliki dukungan militer penuh dari AS, yang telah menjadi faktor penentu dalam konflik-konflik sebelumnya.

Meski menyatakan tidak terlibat langsung dalam serangan Israel, AS tetap menjadi pemain penting. Aset militer AS seperti kapal induk di Laut Arab, jet tempur di berbagai pangkalan, serta ribuan tentara di wilayah tersebut tetap siaga. AS juga mulai menarik sebagian diplomatnya dari Irak dan memberikan opsi evakuasi bagi keluarga personel militer.
Iran sebelumnya telah bersumpah akan membalas setiap serangan terhadap negaranya, bukan hanya terhadap Israel, tetapi juga terhadap pangkalan-pangkalan AS. Salah satu pejabat Iran bahkan mengancam akan mengusir AS dari Timur Tengah dengan menghancurkan infrastruktur militernya.
Meski Israel telah menghancurkan sebagian jaringan proksi Iran seperti Hamas dan Hizbullah, potensi perang regional tetap tinggi jika ketegangan ini terus bereskalasi tanpa intervensi diplomatik yang efektif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




