Rudal Iran Diyakini Hantam Markas Pertahanan Israel di Tel Aviv
Sabtu, 14 Juni 2025 | 11:31 WIB
Tel Aviv, Beritasatu.com — Kantor berita Amerika Serikat melaporkan bahwa rudal balistik Iran menghantam kompleks Kiryat di Tel Aviv, yang dijuluki "Pentagon Israel", sebagai bagian dari serangan balasan pada Jumat (13/6/2025) malam.
"Sebuah gedung di kompleks Kiryat terkena serangan langsung. Terjadi kerusakan yang signifikan. Iran meluncurkan sekitar 150 rudal balistik ke Israel semalam. Rudal tersebut menghantam beberapa fasilitas militer dan beberapa kawasan permukiman," kata Trey Yingst, kepala koresponden Fox News di Israel.
Kompleks Kiryat merupakan pusat komando penting yang menampung Kementerian Pertahanan Israel dan Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Lokasinya yang berada di pusat kota Tel Aviv menjadikan serangan ini sangat strategis dan simbolis. Kompleks ini juga mencakup Pangkalan Kiryat, salah satu instalasi militer tertua di Israel yang berdiri sejak 1948.
Hingga saat ini, otoritas Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut.
Menurut laporan Yingst, sejumlah kawasan di Tel Aviv mengalami kerusakan parah akibat gempuran rudal.
"Satu bangunan hampir hancur total. Tim penyelamat menggali reruntuhan, mencoba menemukan korban," ujarnya.
Gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan berlapis Israel, menimbulkan ledakan besar.

"Sistem pertahanan udara di wilayah itu tidak dapat mencegat semua rudal yang masuk. Peluru kendali menghantam tanah dan menyebabkan kerusakan yang signifikan. Rudal balistik ini membuat roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza tampak seperti mainan," tambah Yingst.
Kantor berita Iran, IRNA, menyatakan bahwa serangan ini merupakan bagian dari respons tanggapan tegas terhadap Israel. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim telah menargetkan puluhan pangkalan militer dan fasilitas industri pertahanan yang digunakan untuk produksi rudal dan peralatan militer di Israel, dalam Operasi Janji Sejati 3.
Sementara itu, militer Israel (IDF) melaporkan bahwa Iran meluncurkan hampir 100 rudal, sebagian di antaranya berhasil dicegat, tetapi beberapa mendarat di wilayah Israel dan menyebabkan ledakan di Tel Aviv serta kota lainnya.
Untuk membantu pertahanan Israel, militer Amerika Serikat mengerahkan sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD, serta kapal perusak dengan sistem Aegis di Laut Tengah. Langkah ini memperkuat pertahanan terhadap ancaman rudal balistik dari Iran.
Pejabat Israel memperingatkan bahwa Iran kemungkinan akan melancarkan serangan tambahan. Trey Yingst menyebut bahwa serangan pada malam 13 Juni hanyalah awal dari konflik yang meningkat pesat antara Teheran dan Tel Aviv.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




