Prancis-Inggris Berselisih Terkait Waktu Pengakuan Negara Palestina
Sabtu, 5 Juli 2025 | 18:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Ketegangan diplomatik muncul antara Prancis dan Inggris terkait waktu pengakuan kedaulatan Palestina. Menurut laporan The Telegraph, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk segera mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Namun, London masih menahan diri.
Perselisihan ini diperkirakan akan menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Macron ke Inggris pekan depan. Meskipun kedua negara sepakat bahwa pengakuan Palestina adalah isu penting, mereka belum satu suara mengenai pendekatan dan waktu pelaksanaannya.
Sumber dari pemerintah Inggris menyebut bahwa Paris berusaha mempercepat pengakuan tersebut, sementara London masih “segan” karena menimbang faktor politik dan diplomatik.
Pada Mei lalu, puluhan anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif sudah mengirim surat kepada PM Starmer mendesaknya untuk segera mengambil langkah tersebut. Demikian dilansir Antara dari Sputnik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy juga mengonfirmasi bahwa Inggris tengah berdiskusi dengan Prancis dan Arab Saudi terkait pengakuan Palestina, sebagaimana dilaporkan The Guardian.
Langkah pengakuan ini menjadi semakin relevan di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




