Prabowo Ancam Keluar BoP jika Palestina Tak Didukung
Kamis, 19 Maret 2026 | 21:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia siap keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian jika kebijakan organisasi tersebut tidak mendukung kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026).
“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Tapi kalau tidak ada harapan dan justru kontraproduktif, kita keluar,” tegas Prabowo.
Prabowo menjelaskan, keputusan Indonesia bergabung dengan BoP diambil bersama tujuh negara mayoritas muslim yang tergabung dalam Group of Eight, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
Keputusan tersebut didasarkan pada peluang terciptanya kemerdekaan Palestina melalui proposal perdamaian yang berisi 20 poin. Dua poin krusial, yakni poin ke-19 dan ke-20, membuka jalan bagi Palestina untuk menjadi negara merdeka dan menentukan masa depannya sendiri.
Selain itu, terdapat komitmen untuk memfasilitasi dialog damai antara Israel dan Palestina, sejalan dengan sikap Indonesia yang mendukung solusi dua negara (two-state solution).
Menurut Prabowo, bergabung dalam BoP merupakan langkah strategis yang lebih realistis dibanding berada di luar forum tersebut. “Kalau kita di dalam, kita bisa pengaruhi dan bantu rakyat Palestina. Kalau di luar, kita tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.
Dengan berada di dalam BoP, Indonesia memiliki ruang untuk ikut menentukan arah kebijakan global yang berkaitan dengan konflik Palestina. Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan ragu keluar dari BoP jika keikutsertaan tersebut justru merugikan perjuangan Palestina atau kepentingan nasional.
Ia bahkan menyebut keputusan keluar bisa diambil secara mandiri tanpa harus menunggu kesepakatan negara lain dalam Group of Eight. “Kalau sudah tidak menguntungkan dan tidak sejalan dengan perjuangan kita, kita keluar,” tegasnya.
Prabowo menegaskan, sikap Indonesia tetap konsisten sejak dahulu, yakni mendukung penuh kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen politik luar negeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




